Bawaslu Endus Pelanggaran dalam Demo PKS

Kompas.com - 08/01/2009, 12:27 WIB

JAKARTA, KAMIS — Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) mengendus adanya pelanggaran aturan pemilu dalam demonstrasi anti-Israel di Bundaran HI Jakarta pada tanggal 2 Januari silam yang dikoordinasi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berbagai atribut yang menonjolkan nomor urut partai tersebut serta sambutan ketua umum partai menguatkan indikasi pelanggaran. Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini mengatakan telah melimpahkan penanganan kasus ini kepada Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sebagai pihak yang berwenang.

"Saya beri kepercayaan kepada Panwas DKI untuk menangani kasus ini. Katanya mereka sudah limpahkan ke Polda Metro untuk penyidikan," ujar Nur Hidayat di Kantor Bawaslu Jakarta, Kamis (8/1). Menurut Nur Hidayat, PKS terbukti melanggar aturan kampanye dalam bentuk rapat umum yang seharusnya baru dapat dilakukan antara tanggal 16 Maret-15 April 2009, seperti tertuang dalam UU Pemilu No 10 Tahun 2008.

Selain itu, berbagai atribut yang menonjolkan angka 8 serta lambang partai juga dapat diidentifikasi sebagai kampanye. Bukan hanya itu, sambutan Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring ketika membuka demonstrasi itu, menurut Nur Hidayat, paralel dengan istilah kampanye.

"Rekaman sambutan Presiden PKS kita translate kemudian dikonfrontir dengan visi misi partai. Kalau paralel, itu sudah masuk. Untuk meyakinkan, kita undang ahli linguistik. Ternyata meyakinkan," ujar Nur Hidayat.

Bawaslu mengatakan akan lebih teliti dan kreatif dalam mengawasi tindak-tanduk partai politik menjelang Pemilu 2009 karena partai pun bisa makin kreatif untuk melanggar UU demi kepentingannya sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau