Kaltim Prioritaskan Pembangunan Jalan

Kompas.com - 08/01/2009, 16:38 WIB

SAMARINDA, KAMIS — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan jalan sebagai fokus kebijakan 2009. Jalan dinilai penting untuk menunjang aktivitas rakyat dan perekonomian.  

"Bersama pemerintah pusat, kami berupaya Jalan Lintas Kalimantan (JLK) benar-benar bisa selesai lalu dilintasi tahun ini," kata Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak seusai upacara Hari Ulang Tahun Kaltim ke-52 di Samarinda, Kamis (8/1).

JLK di provinsi ini meliputi sekitar 1.500 kilometer jalan nasional. Ruas ini membentang dari Kabupaten Paser yang berbatasan dengan Kalimantan Selatan di selatan sampai Kabupaten Malinau di utara. Masih ada ruas dari Malinau hingga Simanggaris di Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia, yang sedang diusulkan berstatus jalan nasional.

Yang amat disayangkan, ruas dari Bontang sampai Malinau relatif rusak. Panjang ruas tersebut kira-kira separuh dari jalan nasional di Kaltim.

Kerusakan jalan masih menjadi masalah yang menghantui pemerintah setempat. Kerusakan tidak akan pernah teratasi sebab dana tidak pernah cukup sehingga model penanganannya ibarat "gali lubang, tutup lubang".

Pemeliharaan jalan negara pada prinsipnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Daerah tidak bisa begitu saja membantu pembiayaan sebab melanggar aturan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau