SOMALIA, KAMIS - Angkatan Laut Amerika Serikat mulai disiagakan melawan para kapal bajak laut yang kerap berlalu lalang di Teluk Aden, pantai Somalia. Unit yang disebut Pasukan Khusus Gabungan 151 ini merupakan bagian dari pasukan yang ditempatkan di wilayah perairan Somalia untuk mengamankan situasi yang rawan dengan perdagangan senjata, jual beli obat terlarang, termasuk pembajakan.
Teluk Aden terhubung dengan Lautan India dan Laut Merah. Sekitar 20.000 kapal minyak tanker, kapal barang dan kapal dagang melintas di wilayah perairan terbesar Somalia setiap tahunnya. Sementara wilayah tersebut di luar jangkauan hukum.
Amerika Serikat merupakan salah satu negara dari 20 negara lain yang mencoba melawan bajak laut di wilayah ini, termasuk Rusia, India, Jerman dan Iran. Dalam bulan Desember, para pelaut Jerman sempat menggagalkan upaya para perompak ini membajak kapal kargo Mesir yang hendak mendarat di Pantai Yaman, ungkap Kementrian Pertahanan Jerman. Demikian juga Uni Eropa melepas operasi angkatan laut pertama kalinya untuk melindungi kapal-kapal ini.
Langkah ini dilakukan setelah China mulai mewujudkan rencananya untuk berpatroli di garis pantai ujung Afrika.
Pasukan khusus 151 semata-mata dibentuk untuk keperluan ini, ungkap Letnan Stephanie Murdock, Laksamana AL Amerika Serikat. Dengan langkah ini, Amerika Serikat mengantisipasi bergabungnya negara lain dalam pasukan ini.
"Masalah bajak laut ini dan selajutnya bakal menjadi masalah internasional yang membutuhkan solusi secara internasional," ujar Wakil Komandan Armada, Bill Gortney, Komandan gabungan pasukan khusus dalam sebuah laporan tertulis di Manama, Bahrain. Lanjutnya,"Kami yakin keberadaan CTF-151 merupakan langkah yang tepat."
Para bajak laut ini dikabarkan nyaris menyerang 100 kapal dan membajak 40 kapa di perairan Somalia di tahun 2008, menurut catatan Biro Maritim Internasional
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang