Obama Warisi Defisit 1,2 Triliun Dollar AS

Kompas.com - 09/01/2009, 07:57 WIB

WASHINGTON, RABU — Defisit anggaran AS akan mencapai sekitar 1,2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 13.000 triliun pada tahun anggaran 2009 ini. Perekonomian AS akan terkontraksi lebih dari 2 persen.

Demikian penghitungan yang disampaikan laporan Biro Anggaran Kongres (CBO) di Washington, Rabu (7/1).

Defisit itu menggambarkan juga potensi turunnya penerimaan pajak karena telah terjadi resesi dan biaya sebesar 400 miliar dollar AS untuk menalangi industri finansial dan pengambilalihan perusahaan keuangan, seperti Fannie Mae dan Freddie Mac. Defisit anggaran AS pada tahun lalu sebesar 455 miliar dollar AS.

Perkiraan CBO yang dikeluarkan pada Rabu juga memperkirakan perekonomian AS akan minus 2,2 persen tahun ini lalu akan kembali membaik dan bertumbuh tipis 1,5 persen pada 2010. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan akan naik menjadi 9 persen pada tahun ini jika pemerintahan Obama tidak melakukan langkah penyelamatan.

”Resesi yang mulai satu tahun yang lalu akan terus berlangsung hingga tahun 2009. Guncangan di pasar perumahan dan finansial telah memperberat defisit anggaran,” demikian pernyataan dari CBO.

Angka yang mengecewakan ini muncul satu hari setelah presiden terpilih Barack Obama memperingatkan kemungkinan defisit akan mencapai level triliunan dollar AS.

Angka dari CBO tersebut belum memperhitungkan rancangan stimulus usulan Obama yang diharapkan dapat membantu menggairahkan kembali pertumbuhan perekonomian AS.

CBO mengharapkan adanya pemulihan ekonomi dari paket stimulus sebesar 700 miliar dollar AS yang secara aktual menggunakan dana para pembayar pajak sebesar 189 miliar dollar AS. Ongkos ini direfleksikan dalam anggaran tahun ini dan tahun depan.

Di bawah departemen keuangan, pengeluaran untuk dana talangan direfleksikan hanya sebagai pembayaran dari pemerintah. Pada pertengahan Desember, total penyaluran dana talangan itu mencapai 238 miliar dollar AS.

Rombak Wall Street

Presiden AS terpilih, Barack Obama, Rabu, mengingatkan bahwa Wall Street tidak bekerja sebagaimana mestinya. Perbaikan dan perombakan besar-besaran di Wall Street sangat diperlukan setelah terjadi krisis ekonomi dan keuangan.

”Wall Street tidak berjalan dengan baik. Jadi, akan ada perbaikan secara substansial. Kami akan membuat pegangan yang lebih baik, pengawasan lebih baik, peningkatan keterbukaan, serta transparansi,” ujar Obama.

Obama juga mengindikasikan bahwa rencana stimulus yang akan segera disetujui Kongres AS itu mungkin akan semakin membengkak sekitar 800 miliar dollar AS hingga 1,3 triliun dollar AS. (AP/JOE)

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau