BANDUNG, JUMAT — Pengumpulan data cakupan imunisasi wajib di Kota Bandung tidak lancar sehingga target seolah tidak tercapai. Data terutama sulit masuk dari pelayanan kesehatan swasta.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, cakupan imunisasi BCG hanya mencapai 78,2 persen (target 98 persen), DPTHB3 73,4 persen (target 95 persen), polio 68,5 persen (target 90 persen), dan campak 74,5 persen (target 90 persen).
"Tetapi saya tidak khawatir karena tidak tercapainya target lebih disebabkan karena pelaporan yang tidak lancar. Buktinya di sini tidak ada kejadian luar biasa seperti di daerah lain," kata Fetty Sugiharti DK MKM selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kamis (9/1).
Fetty mengatakan, pelayanan imunisasi di Kota Bandung bisa didapatkan di 31 rumah sakit, 71 puskesmas, 111 dokter spesialis anak, 92 dokter spesialis kandungan, 852 bidan swasta, dan di posyandu. "Selama ini kekurangan pelaporan lebih banyak berasal dari tenaga kesehatan yang berpraktik swasta," kata Fetty.
Dinkes Kota Bandungan, kata Fetty, sudah berupaya untuk meningkatkan pelaporan, tetapi belum mendapatkan hasil signifikan. Fetty berharap, pelaporan akan membaik jika peraturan daerah tentang Sistem Kesehatan Kota Bandung selesai digodok DPRD Kota Bandung.
"Saya berharap perda itu mencakup tentang pelaporan data. Petugas yang malas melaporkan data bisa diberi sanksi tegas seperti dicabut izin praktiknya," kata Fetty.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang