MADIUN, JUMAT — Sebanyak 17 orang yang dinyatakan positif menderita HIV/AIDS ditemukan di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, selama tahun 2008 dan dua di antaranya pasangan suami-istri.
Kasubdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono, Jumat, mengatakan, dari 17 orang yang ditemukan tersebut, empat di antaranya telah meninggal dunia.
"Pasangan suami istri yang positif terjangkit HIV/AIDS adalah warga Saradan. Mereka adalah pasien pindahan dari Surabaya. Untuk itu, perkembangannya terus kami pantau," katanya saat dikonfirmasi.
Menurut dia, warga Kabupaten Madiun yang positif terkena HIV/AIDS adalah pada usia produktif antara umur 20 dan 35 tahun. Adapun penyebab utama penyebarannya akibat narkoba dengan menggunakan jarum suntik.
"49 persen penderita yang terdata merupakan pemakai narkoba suntik. Untuk sisanya akibat perbuatan seks menyimpang dan pergaulan bebas," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, guna memantau perkembangan pasien, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Umum Soedono Kota Madiun dan Poliklinik Anggrek di Kecamatan Dolopo.
"Kesehatan pasien terus kami pantau. Saat ini penanganan penyakit ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)," katanya.
Sementara itu, pelaksana program KPA Kabupaten Madiun, Heri Setiawan, mengatakan, sejak pertama kali ditemukan pada 2002 jumlah penderita HIV/AIDS yang terdata mencapai 34 orang dan 10 orang di antaranya telah meninggal dunia.
"Kami terus berupaya menemukan penderita, salah satunya dengan jalan menggandeng PMI. Selain itu juga mengoptimalkan klinik reproduksi yang ada," katanya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, guna menekan angka penyebaran HIV/AIDS, pihaknya terus melakukan sosialisasi, terutama pada remaja dan siswa sekolah. Fokus sosialisasi adalah menghindarkan siswa dari penggunaan narkota suntik yang merupakan salah satu penyebab terjangkitnya HIV/AIDS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang