17 Penderita HIV/AIDS Ditemukan di Madiun

Kompas.com - 09/01/2009, 15:26 WIB

MADIUN, JUMAT — Sebanyak 17 orang yang dinyatakan positif menderita HIV/AIDS ditemukan di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, selama tahun 2008 dan dua di antaranya pasangan suami-istri.
     
Kasubdin Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono, Jumat, mengatakan, dari 17 orang yang ditemukan tersebut, empat di antaranya telah meninggal dunia.

"Pasangan suami istri yang positif terjangkit HIV/AIDS adalah warga Saradan. Mereka adalah pasien pindahan dari Surabaya. Untuk itu, perkembangannya terus kami pantau," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, warga Kabupaten Madiun yang positif terkena HIV/AIDS adalah pada usia produktif antara umur 20 dan 35 tahun. Adapun penyebab utama penyebarannya akibat narkoba dengan menggunakan jarum suntik.

"49 persen penderita yang terdata merupakan pemakai narkoba suntik. Untuk sisanya akibat perbuatan seks menyimpang dan pergaulan bebas," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, guna memantau perkembangan pasien, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Umum Soedono Kota Madiun dan Poliklinik Anggrek di Kecamatan Dolopo.

"Kesehatan pasien terus kami pantau. Saat ini penanganan penyakit ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)," katanya.    

Sementara itu, pelaksana program KPA Kabupaten Madiun, Heri Setiawan, mengatakan, sejak pertama kali ditemukan pada 2002 jumlah penderita HIV/AIDS yang terdata mencapai 34 orang dan 10 orang di antaranya telah meninggal dunia.

"Kami terus berupaya menemukan penderita, salah satunya dengan jalan menggandeng PMI. Selain itu juga mengoptimalkan klinik reproduksi yang ada," katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, guna menekan angka penyebaran HIV/AIDS, pihaknya terus melakukan sosialisasi, terutama pada remaja dan siswa sekolah. Fokus sosialisasi adalah menghindarkan siswa dari penggunaan narkota suntik yang merupakan salah satu penyebab terjangkitnya HIV/AIDS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau