JAKARTA, JUMAT — Wapres Jusuf Kalla mengatakan, kelangkaan BBM di Jakarta dan sejumlah daerah berkaitan dengan perubahan sistem penyaluran BBM yang bertepatan dengan libur panjang Natal dan Tahun Baru. Masalah bertambah ketika sepanjang libur Natal dan Tahun Baru, masyarakat justru bergiat untuk berlibur dengan menggunakan kendaraan motor dan mobil.
"Jadi suatu kebetulan sebenarnya," kata Wapres saat memberikan keterangan pers di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (9/1).
Menurut Wapres, dengan sistem baru dari Pertamina, pemilik SPBU yang ingin membeli BBM mesti membayar melalui perbankan. Namun lantaran sepanjang libur, perbankan libur, otomatis pembelian BBM terkendala.
"SPBU tidak mengambil karena tidak sempat bayar, karena mereka mesti membayar duluan," katanya.
Wapres menambahkan, dari sisi persediaan BBM, Pertamina memastikan ketersediaan BBM hingga 22 hari. Permasalahan justru menumpuk ketika kebutuhan BBM meningkat akibat masyarakat berlomba-lomba berkendaraan untuk berpergian.
"Lima hari itu libur bersamaan. Pada hari libur itu orang bergerak. Kelihatannya saja di kota sepi, tapi lihat semua macet di mana-mana. Saya di Bali, luar biasa, macet luar biasa," ungkapnya.
Wapres menggambarkan, Indonesia sendiri baru memiliki SPBU sebanyak 4.500. Ketersediaan SPBU ini tidak berjalan seimbang dengan lonjakan pembelian kendaraan motor dan mobil.
"Akibat pertumbuhan ekonomi naik 6,4 persen. Itu pertumbuhan kendaraan luar biasa. Mobil dijual 550.000, dan sepeda motor 6 juta. Bayangkan pertambahan kebutuhan BBM. Berapa tambahan kebutuhan BBM? Hampir 10 persen. Itu pertambahan yang luar biasa," kata Kalla.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang