Tim Intelijen Obama dan Peran TNI di Timtim

Kompas.com - 09/01/2009, 18:26 WIB

WASHINGTON, JUMAT - Presiden AS terpilih Barack Obama akan merampungkan pembentukan tim keamanan nasionalnya dengan mengumumkan direktur CIA dan direktur intelijen nasional. Mantan panglima Komando Pasifik AS, Laksamana purnawirawan Dennis Blair yang akan ditunjuk sebagai direktur intelijen nasional diperkirakan mendapatkan pertanyaan dari Senat dalam proses penunjukkan ini sehubung dengan perannya terhadap pengekangan aksi militer Indonesia di Timor Leste.

Obama dijadwalkan akan mengumumkan penunjukkan Blair dengan posisinya itu dan mantan kepala staf Gedung Putih Leon Panetta yang tak memiliki pengalaman intelijen secara langsung untuk mengetuai CIA.  Obama akan mengumumkan pejabat di tim keamanan nasionalnya ini Jumat (19/1).

Dennis Blair dikenal dengan prestasinya menangani pemberantasan terorisme di Asia Tenggara pascaserangan teroris di AS pada 11 September 2001. Blair bekerjasama dengan para mitra asing untuk memberantas  Jemaah Islamiyah di Indonesia dan Abu Sayyaf di Filipina.
    
Senator Ron Wayden menjelaskan rencananya menanyakan Blair mengenai perannya 10 tahun lalu dalam upaya AS mengekang sikap Tentara Nasional Indonesia terhadap penduduk sipil di Timor Leste. Sementara sejumlah senator lainnya dalam proses pemilihan direktur intelijen nasional itu akan mendengarkan secara seksama keterangan dari Blair tersebut.

Kelompok pejuang pendukung integrasi yang dibina oleh TNI dengan dukungan keuangan AS diduga telah terlibat aksi kekerasan di Timor Leste selama 2 dasawarsa. Hal ini memicu Kongres dan pemerintah Bill Clinton memotong seluruh kerjasama militer AS dengan TNI pada 1999.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau