Ya Ampun... Bocah 6 Tahun Bawa Senjata ke Sekolah

Kompas.com - 09/01/2009, 22:03 WIB

VICTORVILLE, CALIFORNIA — Seorang bocah berusia 6 tahun yang tidak disebutkan namanya lolos sampai ke sekolah dengan menyembunyikan senjata api genggam di celananya. Bocah itu akhirnya dikeluarkan dari sekolah, sementara ayahnya diperiksa polisi berkait kepemilikan senjata hasil kejahatan.

Seperti dilaporkan kantor berita AP, sang bocah mengambil senjata api kaliber 45 mm itu dari kendaraan ayahnya. Ia kemudian menyembunyikannya di balik celana dan pergi ke sekolah.

Semula tidak ada satu pun temannya atau guru di sekolah yang tahu kalau bocah itu membawa senjata. Ketika jam istirahat, seorang staf sekolah melihat celana bocah itu melorot. Ia kemudian berusaha membantu membetulkan ikat pinggangnya. Saat itulah baru diketahui bahwa sang bocah membawa senjata api.

Juru Bicara Kepolisian Sant Bernardino County, Karen Hunt, menyatakan, bocah itu mengambil senjata dari kendaraan bapaknya. Dalam penyelidikan selanjutnya diketahui, senjata itu dicuri dalam sebuah perampokan pada bulan November lalu.

Karena itu, ayah sang bocah itu kemudian ditangkap untuk dimintai keterangan, terkait dengan kepemilikan senjata hasil kejahatan itu, sementara sang bocah sudah dikeluarkan dari sekolah yang mempunyai kebijakan anti-kepemilikan senjata itu.

Untuk diketahui, Victorville adalah sebuah kota kecil yang jaraknya sekitar 130 km sebelah barat Los Angeles.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau