Investor UEA, India, dan Malaysia Minati Tol Kaltim

Kompas.com - 10/01/2009, 06:19 WIB

SAMARINDA, SABTU- Rencana Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membangun jalan tol dengan menggandeng pihak swasta ternyata telah mendapat tanggapan positif dari kalangan swasta. Terbukti, berdasarkan pengakuan Awang langsung, sudah ada empat investor yang berminat dan siap membangun tol yang diproyeksikan dibangun dari Balikpapan hingga Maloy.

Tak tanggung-tanggung, empat investor itu semuanya berasal dari asing atau luar negeri. Mereka adalah Uni Emirat Arab, India, dan dua investor dari negara tetangga Malaysia. Menurut Awang, sementara ini, keempatnya masih dalam tahap negoisasi dengan Pemprov Kaltim.

"Sebelumnya memang dua investor saja, terakhir ini bertambah lagi dua, jadi sekarang menjadi empat investor yang berminat untuk membangun jalan tol itu. Dan semuanya adalah investor asing," kata Awang seperti dimuat Tribun Kaltim, Sabtu (10/1).

Sayangnya, Awang masih merahasiakan keempat nama investor yang berminat itu. Alasannya karena masih dalam tahap negoisasi, kendati minat yang disampaikan keempatnya cukup menjanjikan. "Nama-namanya nanti saja ya, karena ada beberapa tahap dan alasan lainnya yang tak bisa diungkapkan saat ini," ujarnya.

Lantas kapan rencana itu akan terealisasi? Menurut Awang, pada tahun 2009 ini sebenarnya telah dimulai rencana itu. Pemprov memulainya dengan pembebasan sejumlah lahan yang akan menjadi lintasan jalan tol tersebut.

"Ini kan juga program dari dulu, makanya sudah ada formulasinya, namun di kepemimpinan ini saya bertekad untuk bisa merealisasikannya, karena terus terang saja, jalan tol sudah menjadi kebutuhan kita semua. Mudah-mudahan persoalan pembebasan lahan di 2009 ini bisa rampung, sambil terus menawarkan kepada para investor swasta," terangnya.

Pembangunannya, kata Awang, akan dilaksanakan secara bertahap, sehingga realisasi jalan tol yang diinginkan itu bisa tercapai. "Secara bertahap pasti bisa dilaksanakan," ujarnya singkat.

Awang juga mengatakan dengan tegas, Pemprov tetap tidak akan menggunakan alokasi anggaran dari APBN. Dengan menggandeng pihak swasta dirasanya sudah cukup untuk merealisasikan megaproyek itu.

"Rencana Tol ini akan kita modifakasi, salah satunya dengan adanya kompensasi buat investor-investor. Jujur saja, Makassar dan Mamuju dan daerah Jawa bisa mewujudkannya. Kenapa tidak di Kaltim, kita tidak bisa?" ujarnya dengan tegas. (aid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau