Mereka Calon Wapresnya Mega?

Kompas.com - 10/01/2009, 08:42 WIB

JAKARTA, SABTU — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah disodori lima nama calon pendampingnya untuk maju dalam Pemilu Presiden 2009. Dengan begitu, Presiden RI ke-5 itu tinggal tunjuk nama calon wakil presiden (cawapres)-nya.

Rencananya, nama-nama itu ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional di Solo, Jawa Tengah, akhir Januari ini. Meski pihak PDI Perjuangan belum mau terbuka soal lima nama itu, kabar yang beredar nama-nama calon pendampingnya adalah Prabowo Subianto (Gerindra), Wiranto (Hanura), Sri Sultan Hamengku Buwono X (Golkar), Hidayat Nur Wahid (Partai Keadilan Sejahtera), dan Ryamizard Ryacudu (mantan KSAD). Tiga nama pertama mendeklarasikan diri siap jadi capres.

Akan tetapi, Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung belum mau membenarkan lima nama itu. Dia mengatakan, sebenarnya ada sejumlah nama capres yang datang ke PDI Perjuangan untuk melamar sebagai cawapres.

"Nama-nama itu adalah nama capres yang sekarang beredar, mereka sudah melamar," katanya tanpa bersedia merinci siapa saja capres yang disebutnya itu saat dihubungi Jumat (9/ 1).

Megawati sendiri baru menetapkan satu orang cawapresnya, dari daftar nama yang disodorkan, setelah Pemilu Legislatif selesai. Sebab, hasil Pemilu 2009 akan menentukan parpol yang mendapatkan kursi terbanyak di DPR. Dengan begitu, akan diketahui berapa jumlah capres dalam Pemilu Presiden 2009.

Menurut Anung, dengan aturan yang ada, di mana capres disyaratkan harus didukung oleh 20 persen perolehan kursi di DPR atau 25 persen perolehan suara nasional. Dia memprediksi, Pemilu Presiden 2009 hanya akan ada tiga calon. Setidaknya, aturan itu akan membuat orang yang gagal menjadi capres melamar kepada Megawati sebagai cawapres.

Saat ini, Megawati masih melakukan kunjungan kepada konstituennya di wilayah Indonesia Timur. Dalam setiap kunjungannya di Ambon, dia mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengesampingkan tugas kenegaraaan karena sibuk berkampanye.

Dalam kesempatan itu, Mega berharap TNI dan Polri bersikap netral dalam Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden mendatang. (moe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau