REMBANG, SABTU - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir berkunjung ke kediaman ulama kharismatik Rembang, KH Mustafa Bisri (Gus Mus), Sabtu.
Menurut Soetrisno Bachir, kunjungannya ke kediaman Gus Mus ini tidak ada kaitannya dengan pencalonan menjadi calon presiden pada pemilihan presiden mendatang. "Kunjungan ini hanya untuk menjalin silaturahmi. Apalagi, saya baru pertama kali ke sini," ujarnya.
Selain itu, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk minta kesediaan Gus Mus memberikan pencerahan khususnya terhadap permasalahan Islam dan budaya terhadap bangsa Indonesia. "Jika kami membawa rombongan sampai sepuluh orang untuk berdiskusi tentu sulit, sehingga kami meminta Gus Mus untuk datang ke Jakarta berdiskusi tentang persoalan tersebut," katanya.
Ia berharap beberapa tokoh seperti Gus Mus bersedia memberikan sumbangan untuk membangun peradaban baru bangsa Indonesia dan membangun Indonesia agar lebih maju. Apalagi, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural dengan beragam agama, etnik, kebudayaan, dan partai. "Hal ini memberi ruang kepada kita untuk mendapatkan jawaban guna mengatasi sejumlah persoalan," jelasnya.
Jawaban yang dibutuhkan, kata dia, bukan jawaban yang parsial dan pragmatis, karena jawaban seperti itu tidak memiliki akar kuat untuk membangun. Ia mengakui, sebagai Ketua PAN kedatangannya ke tokoh kharismatik ini pasti akan mendapatkan nilai lebih, mengingat PAN dikenal milik ormas tertentu. Apalagi, Gus Mus merupakan sosok tokoh yang universal, bukan milik kalangan tertentu.
Ia meyakini kedatangannya ini akan membawa citra positif pada PAN karena pihaknya juga melakukan safari ke tokoh bangsa lainnya. Sebelumnya, pria asal Pekalongan ini ini juga melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh kharismatik di Jawa Timur.
Menurut dia, pesantren menjadi bagian dari perubahan bangsa Indonesia. "Untuk berubah menjadi moderen dan berakar tentu harus dapat mengantisipasi perkembangan zaman," ungkapnya.
Menanggapi kedatangan Ketua DPP PAN tersebut, Gus Mus menilai sebagai hal yang biasa. "Kunjungan ini harus kita syukuri," ujarnya. "Dengan tokoh harus ada diskusi, apalagi untuk kepentingan Indonesia. Jika memperbincangkan Indonesia, saya sangat senang, karena membicarakan rumah sendiri," katanya.