Gus Mus Senang Dikunjungi Soetrisno Bachir

Kompas.com - 10/01/2009, 17:30 WIB

REMBANG, SABTU - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir berkunjung ke kediaman ulama kharismatik Rembang, KH Mustafa Bisri (Gus Mus), Sabtu.
    
Menurut Soetrisno Bachir, kunjungannya ke kediaman Gus Mus ini tidak ada kaitannya dengan pencalonan menjadi calon presiden pada pemilihan presiden mendatang. "Kunjungan ini hanya untuk menjalin silaturahmi. Apalagi, saya baru pertama kali ke sini," ujarnya.
    
Selain itu, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk minta kesediaan Gus Mus memberikan pencerahan khususnya terhadap permasalahan Islam dan budaya terhadap bangsa Indonesia. "Jika kami  membawa rombongan sampai sepuluh orang untuk berdiskusi tentu sulit, sehingga kami meminta Gus Mus untuk datang ke Jakarta berdiskusi tentang persoalan tersebut," katanya.
    
Ia berharap beberapa tokoh seperti Gus Mus bersedia memberikan sumbangan untuk membangun peradaban baru bangsa Indonesia dan  membangun Indonesia agar lebih maju. Apalagi, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural dengan beragam agama, etnik, kebudayaan, dan partai. "Hal ini memberi ruang kepada kita untuk mendapatkan jawaban guna mengatasi sejumlah persoalan," jelasnya.
    
Jawaban yang dibutuhkan, kata dia, bukan jawaban yang parsial dan pragmatis, karena jawaban seperti itu  tidak memiliki akar kuat untuk membangun. Ia mengakui, sebagai Ketua PAN kedatangannya ke tokoh kharismatik ini pasti akan mendapatkan nilai lebih, mengingat PAN dikenal milik ormas tertentu. Apalagi, Gus Mus merupakan sosok tokoh yang universal,  bukan milik kalangan tertentu.
    
Ia meyakini kedatangannya ini akan  membawa citra positif pada PAN karena pihaknya juga melakukan safari ke tokoh bangsa lainnya. Sebelumnya, pria asal Pekalongan ini ini juga melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh kharismatik di Jawa Timur.
    
Menurut dia, pesantren menjadi bagian dari perubahan bangsa Indonesia. "Untuk berubah menjadi moderen dan berakar tentu harus dapat mengantisipasi perkembangan zaman," ungkapnya.
    
Menanggapi kedatangan Ketua DPP PAN tersebut, Gus Mus menilai sebagai hal yang biasa. "Kunjungan ini harus kita syukuri," ujarnya. "Dengan tokoh harus ada diskusi, apalagi untuk kepentingan Indonesia. Jika memperbincangkan Indonesia, saya sangat senang, karena membicarakan rumah sendiri," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau