JAKARTA, SABTU - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Sabtu (10/1), mengkhawatirkan kondisi Kontingen Garuda 23 TNI yang menjadi anggota Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon bisa terancam serangan balasan angkatan bersenjata Israel.
"Pasalnya, serangan Hizbullah terhadap Israel dilakukan dari Lebanon, dan ini membuka peluang bagi serangan balasan pasukan Israel yang terkenal ganas dan dilengkapi persenjataan super canggih terhadap basis gerilyawan Palestina di wilayah itu," katanya.
Terutama sekali, menurut Yusron, arah counter attack itu kemungkinan bisa diarahkan terhadap desa Nakura, tempat serangan itu berasal. "Karena desa Nakura berada dalam wilayah operasi Pasukan Perdamaian Garuda 23 (dari TNI), ini berarti Pasukan Penjaga Perdamaian kita terancam menjadi sasaran serangan Israel," ujarnya.
Tingkatkan Kewaspadaan
Untuk itu, Yusron Ihza Mahendra meminta Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) Kontingen Garuda 23 di Lebanon, perlu meningkatkan kewaspadaan dan patroli, agar serangan serupa tidak terulang. "Memperluas wilayah konflik Israel-Palestina sekarang dengan menyeret Lebanon akan membuat konflik sekarang bertambah luas dan rumit. Korban sipil pun akan bertambah, Padahal, yang dimaui adalah penyelesaian konflik tadi dan bukan memperluasnya," katanya mengingatkan.
Sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, lanjut Yusron, Kontingen Garuda 23 harus bersikap netral. "Bagaimanapun, jaga netralitas. Itu utama. Kita bukanlah pasukan yang harus bertempur pada salah satu dari pihak-pihak yang bersengketa," tegasnya.
Ia berharap, dengan situasi terkini tersebut, koordinasi Mabes TNI dengan prajurit kita di lapangan perlu semakin diintensifkan. "Komisi I DPR RI siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Yusron.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang