Setelah Tebusan Dibayar, Tanker Saudi Dibebaskan

Kompas.com - 11/01/2009, 04:50 WIB

DUBAI,SABTU-Kapal tanker berukuran raksasa milik Arab Saudi, Sirius Star, yang dibajak para perompak Somalia, 15 November lalu, akhirnya dibebaskan para perompaknya setelah tebusan dibayarkan.

Pemilik kapal supertanker dengan muatan minyak yang diperkirakan bernilai 100 juta dollar AS itu, Vela International, Sabtu (10/1), menyampaikan, ke-25 kru kapal supertanker tersebut segera akan berkumpul kembali dengan keluarga mereka.

”Kami sangat lega begitu mengetahui semua anggota kru berada dalam keadaan aman, dan saya gembira mengatakan bahwa mereka semua berada dalam kondisi sehat serta bersemangat tinggi,” ungkap Kepala Eksekutif Vela International Saleh K’aki dalam pernyataan tertulisnya.

Pada hari yang sama dengan pembebasan Sirius Star, para perompak juga membebaskan sebuah kapal barang yang disewa Iran. Televisi Iran melaporkan, Sabtu, kapal Daylight yang membawa 36.000 ton gandum dibebaskan bersama ke-25 awaknya yang berada dalam kondisi sehat. Kapal itu kini dalam perjalanan menuju Iran.

Perusahaan Perkapalan Republik Islam Iran (IRISL) tidak menyampaikan apakah mereka juga membayar tebusan untuk pembebasan kapal itu.

”Tidak terjadi apa pun dengan barang-barang yang diangkutnya. Barang-barang itu tidak disentuh,” ungkap pejabat yang menolak disebutkan identitasnya.

Sirius Star dilaporkan dibebaskan Jumat lalu setelah tebusan sebesar 3 juta dollar AS dibayarkan. Tragisnya, setelah tebusan itu dibagi-bagi di antara para perompaknya, lima perompak tewas akibat perahu bermotor kecil yang dikendarai mereka terguling. Uang tebusan yang mereka dapatkan pun hilang ditelan lautan.

Daud Nure, salah seorang perompak, menjelaskan, perahu bermotor kecil yang digunakan para perompak itu diawaki delapan orang dan terbalik akibat badai. Lima orang tewas, sedangkan tiga lainnya berhasil mencapai daratan setelah berenang beberapa jam.

Jamal Abdulle, warga kota pantai Haradhere, Somalia, yang berlokasi dekat dengan tempat Sirius Star dilabuhkan, membenarkan terbaliknya perahu motor yang digunakan sebagian perompak dan hilangnya delapan bagian dari uang tebusan yang dibagi di antara puluhan anggota perompak itu.

Tebusan dikirim

Meski telah dibebaskan Jumat, Vela International menutup mulut tentang pembebasan kapal itu dan baru menyampaikan kabar pembebasan hari Sabtu.

Kapal berukuran panjang 330 meter yang diperkirakan bernilai 150 juta dollar AS itu dimiliki raksasa minyak Arab Saudi, Aramco. Kapal ini merupakan kapal terbesar yang dirompak di lepas pantai timur Afrika.

Sumber-sumber yang mengetahui proses perundingan menyebutkan, tebusan sebesar 3 juta dollar AS telah dikirimkan kepada kelompok perompak itu di daratan pada Kamis (8/1).

Ketika ditanya mengenai uang tebusan itu, juru bicara Vela International mengatakan, ”Saya tidak bisa berkomentar mengenai informasi seperti itu.”

Sebuah foto Angkatan Laut AS menunjukkan sebuah parasut, membawa apa yang digambarkan sebagai ”uang pembayaran”, melayang menuju dek tanker itu.

Sementara itu, para perompak yang menahan kapal barang Ukraina, MV Faina, yang mengangkut 33 tank T-72 dan sejumlah persenjataan lainnya, kemarin menyatakan akan menurunkan tuntutan tebusannya dan membebaskan MV Faina. Tidak disebutkan jumlah uang tebusan yang mereka minta. (AP/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau