Obama: Ekonomi AS Memburuk Dulu Sebelum Membaik

Kompas.com - 11/01/2009, 06:56 WIB

WASHINGTON, SABTU — Presiden terpilih AS, Barack Obama, memberikan harapan segar untuk pemerintahannya mendatang pada Sabtu (10/1).
 
Ia menyatakan, krisis paling serius sejak depresi besar yang masih melilit AS itu kemungkinan masih memburuk sebelum perekonomian AS membaik.

Namun, ia menunjukkan kepercayaannya bahwa rakyat Amerika akan mampu mengatasi kesulitan-kesulitannya saat ini. "Pemulihan ekonomi tidak bisa terjadi hanya dalam waktu semalam dan kemungkinan situasi masih akan memburuk sebelum mulai membaik," kata Obama dalam pidato mingguan di radio.

"Namun, kita telah mampu melalui kejadian seperti ini sebelumnya dan saya percaya jika kita bersama dan menciptakan semangat warga Amerika lagi, kita akan dapat menghadapi tantangan-tantangan pada masa kita dan menulis besar-besar dalam halaman selanjutnya di sejarah Amerika," ujarnya.

Komentar Obama ini muncul setelah data baru yang dikeluarkan pada Jumat menunjukkan, pengangguran AS melonjak 7,2 persen. Ini merupakan angka tertinggi dalam 16 tahun akibat resesi yang mendorong perusahaan memecat sebanyak 524.000 pekerja pada Desember. Selama setahun, PHK mencapai 2,6 juta orang.

Obama mengatakan, pekerjaan pertamanya setelah memasuki Gedung Putih pada 20 Januari adalah mengembalikan rakyat AS untuk kembali pada pekerjaannya dan perekonomian AS bisa maju kembali.

Ia mengatakan, data yang dihimpun tim ekonomnya menunjukkan bahwa rencana ekonominya akan membantu menciptakan 3 juta hingga 4 juta lowongan pekerjaan, yang 90 persennya adalah sektor swasta.

Menurut presiden terpilih itu, hampir setengah juta pekerjaan akan diciptakan dengan investasi di energi bersih dan berencana meningkatkan dua kali lipat produksi energi alternatif pada tiga tahun ke depan.

Ratusan ribu pekerjaan, katanya, akan diciptakan melalui perbaikan sistem perawatan kesehatan dan transisi ke sistem komputerisasi perekaman medis secara nasional yang mencegah kesalahan dalam perawatan medis.

Obama juga mengharapkan ratusan ribu pekerjaan akan muncul di bidang pendidikan melalui pemberian puluhan ribu perlengkapan sekolah untuk ruang kelas abad 21, laboratorium, dan komputer.

Sekitar 400.00 rakyat bisa kembali bekerja dengan rencana ini, yakni dengan upaya perbaikan infrastruktur AS mencakup perbaikan jalan, jembatan, dan sekolah. "Semua ini adalah lapangan kerja yang tidak hanya mengembalikan rakyat kepada pekerjaannya di jangka pendek, tapi membawa perekonomian kita memimpin dunia pada jangka panjang," kata Obama tentang rencana ekonominya itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau