Tolak Agresi Israel, 250.000 Massa Lintas Agama Padati Monas

Kompas.com - 11/01/2009, 10:33 WIB

JAKARTA, MINGGU — Sekitar 250.000 kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati acara mimbar bebas yang digelar di silang Monas, Minggu pagi (11/1). Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 ini diselenggarakan sebagai aksi solidaritas lintas umat beragama. Dalam aksi ini hadir beberapa pemimpin umat beragama selain Islam, sepeti Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu.

Seperti layaknya aksi serupa yang pernah ada, pagi ini pun pelataran silang Monas dihiasi berbagai atribut "khas demo" yang ininya menolak agresi militer Israel atas Palestina. Selain menggalang dukungan, aksi ini pun berupaya mengumpulkan dana untuk bantuan kemanusiaan bagi negeri di utara Mesir tersebut.

"Kami mendukung aksi antikekerasan karena itu kami meminta agresi militer dihentikan. Jadi, kami tolak segala bentuk kekerasan karena kami cinta damai," kata Edi Kuswara dari Suara Tionghoa Indonesia dalam orasinya.

Acara ini diawali dengan pembacaan doa yang kemudian diikuti dengan acara mimbar bebas oleh beberapa tokoh, seperti Ketua MPR yang juga fungsionaris PKS Hidayat Nur Wahid, Azizah dari Forum Majelis Taklim DKI Jakarta, serta beberapa tokoh lintas agama lain, seperti Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dan Samuel Lengkong dari Dewan Pemuda Kristen Indonesia. Seusai mimbar bebas, aksi dilanjutkan dengan longmarch menuju Bundaran HI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau