Industri Kreatif, Pemerintah Juga Perlu Kreatif

Kompas.com - 11/01/2009, 21:44 WIB

SEMARANG, MINGGU — Pemerintah daerah juga perlu kreatif dalam upaya mengembangkan industri-industri berbasis kreativitas. Hal ini karena industri tersebut perlu pendampingan dan fasilitas agar dapat diakses pasar.

"Perlu ada ruang dan wadah bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif untuk menunjukkan ide-idenya," ujar pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro, FX Sugiyanto, di Kota Semarang, Minggu (11/1).

"Agar bisa tumbuh, industri kreatif di Jawa Tengah memerlukan dukungan dari lingkungannya, termasuk di dalamnya kebijakan pemerintah daerah. Tanpa adanya partisipasi dari semua pihak, kreativitas akan sulit untuk dimunculkan," kata Sugiyanto.

Sugiyanto menambahkan, industri kreatif yang berkembang di Jateng juga tidak terlepas dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai sektor perekonomian utama yang menyangga Jateng. "Untuk itu, perlu penanganan serius terhadap sektor informal ini," ucapnya.

Nilai tambah

Usaha ekonomi kreatif, kata Sugiyanto, tidak hanya dinilai dari produknya, tetapi juga dari cara pemasarannya. "Paling penting adalah nilai tambah yang dapat diperoleh," ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Banudojo Hastjarjo mengatakan, untuk mendorong terbentuknya nilai tambah, perlu ada diversifikasi produk dari komoditas yang dipasarkan.

Untuk itu, pihaknya mengadakan lomba desain untuk tekstil dan mebel yang dinilai sebagai produk primadona Jateng. Lomba tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi kreatif di Jateng yang dimulai sejak tahun 2004 melalui Central Java Design Power (CJDP).

Menurut Banudojo, industri kreatif yang paling menonjol di Jateng adalah tekstil—dalam hal ini batik—dan kerajinan. Dengan CJDP, lanjutnya, daerah yang memiliki potensi dalam mengembangkan usaha kreatifnya terhadap komoditas tersebut telah dipetakan untuk diperkenalkan kepada pasar.

Terkait pencanangan tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif oleh Pemerintah Indonesia, Banudojo menambahkan, pihaknya tinggal menyesuaikan diri karena telah memulai upaya ini sebelumnya dengan adanya CJDP tersebut.

Desainer logam Meike Sahala Hutabarat mengaku, kreativitas juga berkaitan dengan upaya pelaku usaha untuk mengombinasikan berbagai material yang terdapat di Indonesia. "Hal ini merupakan upaya untuk memperkenalkan keanekaragaman sumber daya alam Indonesia kepada publik internasional," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau