Es Krim, Spider-Man, dan Pelantikan Obama

Kompas.com - 12/01/2009, 03:16 WIB

Dalam hitungan hari, Presiden AS terpilih, Barack Obama, akan dilantik sebagai presiden ke-44 AS, yaitu pada 20 Januari. Bermacam suvenir, mulai dari bir, es krim, hingga pin, manset, kacamata, kalung, dan pernik-pernik, yang ada hubungannya dengan Obama laris manis.

”Begitu banyak orang yang ingin memiliki kenang-kenangan dari peristiwa bersejarah ini,” kata Ann Hand, pembuat kerajinan di Washington. Dia banyak mendapat pesanan dari luar negeri, seperti Hongkong, Norwegia, Swedia, Singapura, Jepang, dan Inggris.

Suvenir itu tidaklah murah, tetapi rupanya orang tidak melihat harga. Sebuah kaus bertuliskan ”Be the Change” dijual seharga 30 dollar AS (sekitar Rp 327.000). Sebuah piring porselen China bergambar wajah Obama dijual 82 dollar AS (sekitar Rp 893.000). Pembelian suvenir juga bisa dilakukan melalui internet.

”Sedikit mahal, tetapi saya harus datang dan membeli sesuatu yang resmi untuk mengenang (peristiwa) ini,” kata Deborah Watt, warga Washington.

Marvel Comics ikut meramaikan momen bersejarah itu dengan merilis petualangan ke-583 Amazing Spider-Man yang menampilkan Obama, pekan depan. Marvel akan menerbitkan komik Obama bertemu Spider-Man.

”Seorang penggemar Spider-Man menghuni Ruang Oval adalah peristiwa yang harus diabadikan di halaman Amazing Spider-Man,” kata Joe Quesada, Pemimpin Redaksi Marvel.

Suvenir yang paling dicari dan paling bermanfaat adalah tiket permanen untuk transportasi publik di Washington atau disebut SmartCard bergambar Obama yang tengah tersenyum. Ratusan orang mengantre untuk mendapatkannya saat penjualannya pekan lalu.

Jutaan hadirin

Saat pekan pelantikan Obama, diperkirakan hingga 2 juta orang akan tumpah ruah di jantung ibu kota AS. Padahal, populasi Washington saat normal hanya 600.000 orang.

Kedatangan orang sebanyak itu membuat pejabat kota dan aparat keamanan bekerja keras. Belum pernah Washington didatangi begitu banyak orang sejak pelantikan Lyndon B Johnson pada 1965. Waktu itu setidaknya 1,2 juta orang membanjiri Washington DC.

Kawasan seluas 9 kilometer persegi, meliputi pusat kota, sekeliling Gedung Putih, National Mall, dan Monumen Washington, akan ditutup sejak 19 Januari siang hingga 21 Januari selepas fajar.

Obama dan Wakil Presiden terpilih, Joe Biden, akan disumpah pada 20 Januari siang. Obama akan disumpah dengan Injil yang pernah digunakan untuk melantik Presiden Abraham Lincoln pada 1861.

Sebanyak 10 layar video raksasa dan 100 pengeras suara didirikan bagi hadirin, di bawah pengawasan ketat 8.000 polisi dan 11.500 tentara. Orang-orang yang akan menyaksikan pelantikan hanya bisa masuk melalui 13 pintu yang ada. Tidak ada tas punggung, botol minuman, payung, atau kereta dorong yang boleh dibawa hadirin. Mereka juga harus berdiri selama berjam-jam di tengah udara musim dingin.

Setelah upacara pengambilan sumpah, parade militer akan digelar di sepanjang Pennsylvania Avenue dari Capitol Hill menuju Gedung Putih, tempat Obama beserta istrinya, Michelle, dan putri mereka, Malia (10) dan Sasha (7), akan tinggal empat tahun ke depan.

Pesta-pesta akan digelar sepanjang malam. Ada 10 pesta resmi yang akan digelar Obama. Obama juga merencanakan ”pesta tetangga” dengan tiket murah bagi penduduk sekitar. Biasanya, pesta hanya diselenggarakan bagi kalangan elite.

”Ini inaugurasi bagi seluruh rakyat Amerika. Saya ingin memastikan bahwa acara ini terbuka bagi tetangga baru kami di Washington DC dan di seluruh dunia,” kata Obama, pekan lalu. (afp/fro)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau