JAKARTA, SENIN - Saham-saham komoditas pekan ini masih akan menjadi bensin bagi pergerakan di lantai Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.
"Kami perkirakan IHSG pekan ini akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.370-1.450," sebut Analis Riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono.
Menurutnya, saham komoditas masih akan menjadi pengerak indeks. Harga minyak diproyeksikan masih akan fluktuatif menyusul situasi geopolitik di Jalur Gaza yang masih memanas.
Selain itu, lanjutnya, investor juga perlu mencermati beberapa data makro ekonomi penting dari AS, antara lain unemployement rate, retail sales, dan consumer price index.
"Sedangkan dari dalam negeri yang perlu diperhatikan adalah keputusan pemerintah terkait penurunan harga BBM, serta penyelesaian kasus Sarijaya Sekuritas," tambah dia.
Ditengah kondisi bursa regional yang sangat fluktuatif, pekan lalu BEI melakukan start awal tahun yang cukup bagus. IHSG menguat 4,52 persen, kemudian indek Kompas100 melejit 5,44 persen, serta Indeks LQ 45 meningkat 5,67 persen.
Menguatnya IHSG didorong oleh beberapa sentimen positif antara lain deflasi yang terjadi pada bulan Desember, serta penurunan suku bunga BI Rate sebesar 50 basis poin.
Selain itu menguatnya harga minyak mentah, yang diikuti reboundnya harga komoditas metal dan CPO juga mendorong naiknya saham pertambangan dan perkebunan. "Saham dari kedua sektor ini menjadi pendorong naik indeks pekan lalu," sebut Purwoko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang