JAMBI, SENIN — Kerusakan Taman Nasional Kerinci Seblat kian meluas. Kerusakan ini terjadi mulai dari wilayah Kerinci bagian utara, Kerinci bagian tengah, dan Kerinci bagian hilir.
Koordinator Advokasi Aliansi Konservasi Alam Raya (AKAR) Musnardi Moenir mengatakan, kerusakan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Jambi telah mencapai 59.600 hektar. Kerusakan terparah terjadi di kawasan Gunung Tujuh. "Sampai saat ini, kawasan Gunung Tujuh telah dirambah hingga mencapai tidak kurang dari 1.000 hektar. Identifikasi perambahan baru mencapai 165 hektar pada akhir tahun lalu," ujarnya, Senin (12/1).
Selain Gunung Tujuh, perusakan hutan sangat berat juga terjadi di wilayah Batang Merangin. Perusakan hutan di sana bahkan telah mengakibatkan terganggunya koridor satwa liar di Muara Imat. Jalur perlintasan gajah, misalnya, telah dirusak lewat penebangan pohon dan pembukaan kebun. Ini mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara masyarakat dan satwa liar.
Menurut Musnardi, banyak pihak termasuk pemerintah daerah dan balai besar TNKS kurang peduli terhadap TNKS yang merupakan warisan dunia. Pemerintah bahkan hanya mengalokasikan tenaga polisi hutan sebanyak 109 orang untuk menjagai hutan seluas 1,4 juta hektar ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang