Kerusakan TNKS Meluas

Kompas.com - 12/01/2009, 16:58 WIB

JAMBI, SENIN — Kerusakan Taman Nasional Kerinci Seblat kian meluas. Kerusakan ini terjadi mulai dari wilayah Kerinci bagian utara, Kerinci bagian tengah, dan Kerinci bagian hilir.

Koordinator Advokasi Aliansi Konservasi Alam Raya (AKAR) Musnardi Moenir mengatakan, kerusakan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Jambi telah mencapai 59.600 hektar. Kerusakan terparah terjadi di kawasan Gunung Tujuh. "Sampai saat ini, kawasan Gunung Tujuh telah dirambah hingga mencapai tidak kurang dari 1.000 hektar. Identifikasi perambahan baru mencapai 165 hektar pada akhir tahun lalu," ujarnya, Senin (12/1).

Selain Gunung Tujuh, perusakan hutan sangat berat juga terjadi di wilayah Batang Merangin. Perusakan hutan di sana bahkan telah mengakibatkan terganggunya koridor satwa liar di Muara Imat. Jalur perlintasan gajah, misalnya, telah dirusak lewat penebangan pohon dan pembukaan kebun. Ini mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara masyarakat dan satwa liar.

Menurut Musnardi, banyak pihak termasuk pemerintah daerah dan balai besar TNKS kurang peduli terhadap TNKS yang merupakan warisan dunia. Pemerintah bahkan hanya mengalokasikan tenaga polisi hutan sebanyak 109 orang untuk menjagai hutan seluas 1,4 juta hektar ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau