KUPANG, SENIN — Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengambil langkah antisipatif dengan mengirimkan obat-obatan ke daerah endemik demam berdarah dengue (DBD), seperti Kabupaten Ende, Belu, dan Kota Kupang.
"Obat-obatan tersebut kami kirim ke puskesmas dan puskesmas pembantu untuk mengantisipasi ancaman DBD yang jadi sering menyerang penduduk di tiga wilayah itu setiap musim hujan," kata Kasubdin Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan NTT dr Bobby Koamesah di Kupang, Senin.
Selain pengiriman obat-obatan, para petugas medis di lapangan, terutama yang ada di puskesmas dan puskesmas pembantu sudah disiagakan untuk terjun ke lapangan jika DBD mulai menyerang warga.
"Mereka dibantu oleh tenaga dokter dengan persediaan obat-obatan yang memadai," katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk membersihkan lingkungan di sekitar rumah masing-masing dengan pola menguras, mengubur, dan menimbun (M3) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebar DBD.
Selain menerapkan pola M3, masyarakat juga diimbau untuk selalu menggunakan obat antinyamuk dalam upaya mencegah DBD.
Menurut dia, DBD dan wabah penyakit lain, seperti diare, biasanya muncul pada musim hujan akibat sanitasi lingkungan masyarakat yang tidak terawat dengan baik.
"Pola hidup sehat, seperti terus membersihkan lingkungan di sekitar permukiman, harus menjadi budaya masyarakat agar terhindar dari segala macam penyakit, terutama DBD dan diare," katanya.
Dalam dua tahun terakhir, pihaknya mencatat hanya delapan orang yang meninggal akibat serangan DBD. Namun, ia mengatakan, korban DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit atau puskesmas jumlahnya mencapai sekitar 565 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang