Rokok Maradona Sebabkan Chelsea Dievakuasi

Kompas.com - 13/01/2009, 04:43 WIB

MANCHESTER, SELASA — Akhirnya terungkap, ternyata bunyinya alarm di hotel Chelsea sebelum tanding lawan Manchester United, Minggu (11/1), bukan karena kebakaran. Alarm yang berbunyi dan menyebabkan pemain dan ofisial Chelsea dievakuasi, ternyata reaksi atas rokok pelatih timnas Argentina, Diego Maradona.

MU menjamu Chelsea di Old Trafford, Minggu (11/1), dan akhirnya menang 3-0. Sebelum pertandingan, hotel yang ditempati Chelsea geger, karena alarm api berbunyi. Itu biasanya tanda kebakaran. Para pemain dan ofisial Chelsea pun dievakuasi demi keamanan.

Sempat muncul dugaan ini teror dari pihak MU untuk merusak konsentrasi lawan. Namun, menurut The Sun, persoalan aslinya sudah ditemukan. Ternyata, Diego Maradona yang juga tinggal di hotel itu, merokok di ruangannya. Rokoknya itu membuat tanda kebakaran berbunyi.

"Saya melihat sebagian besar pemain Chelsea keluar dari hotel dengan wajah panik. Itu bukan persiapan yang baik untuk menghadapi pertandingan vital," kata seorang saksi mata.

Seorang petugas pemadam kebakaran yang datang di tempat itu juga mengatakan, alarm itu berbunyi sebagai reaksi atas rokok Maradona. Itu tindakan ilegal karena Maradona merokok di tempat yang tak semestinya dan bisa dikenai denda dan hukuman.

Namun, seorang manajer hotel, Steven Miles membela Maradona. Menurutnya, pelatih timnas Argentina itu tak salah karena dia merokok di tempat pesta yang memang dibolehkan merokok.

Maradona juga menyaksikan pertandingan MU lawan Chelsea. Dia di sana ingin mengamati permainan Carlos Tevez. Namun, Tevez tak dimainkan di pertandingan tersebut. (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau