NAIROBI, SENIN - Kapten kapal barang Ukraina yang mengangkut persenjataan militer dan kini berada dalam penyekapan para perompak Somalia, Senin (12/1), memohon bantuan agar pemilik kapal itu mau berdialog langsung dengan para perompak dan mengakhiri penderitaan awak kapal yang disandera.
Berbicara melalui telepon satelit dari kapal MV Faina, akhir pekan lalu, Vladimir Nikolsky mengeluhkan tidak adanya kontak antara pemilik kapal yang berkebangsaan Israel dan para perompak sejak kapal itu dibajak pada 25 September.
”Saya rasa Vadim Alperin, pemilik asli kapal ini, tak tahu situasi sesungguhnya. Mereka yang mewakili pemilik telah menyembunyikan informasi darinya,” kata Nikolsky dalam wawancara pertamanya sejak disandera para perompak.
Kapal MV Faina adalah kapal Ukraina yang dioperasikan dengan menggunakan bendera Belize dan membawa 33 tank tempur Rusia beserta amunisinya saat dirompak menuju pelabuhan utama Kenya, Mombasa.
Kapten Vladimir Kolobkov, kapten kepala kapal itu, telah meninggal karena sebab yang tidak jelas, 27 September lalu, dan kemudian digantikan orang nomor duanya, Nikolsky.
Penyanderaan kapal barang tersebut memunculkan kontroversi. Kenya mengklaim sebagai negara tujuan penerima persenjataan itu, tetapi sejumlah sumber mengatakan bahwa persenjataan itu dialamatkan untuk ke selatan Sudan.
Nikolsky mengatakan, upaya-upaya untuk merundingkan pembebasan kapal itu, melibatka>kern 401m<n orang tengah yang kebing>kern 251m<ungan, telah gagal karena kurangnya kesungguhan untuk membebaskan para awak.
”Pemimpin para perompak, Mohammed Abdi, telah siap untuk membangun kontak dengan pemilik kapal dan dia sekarang menolak berhubungan dengan pihak lainnya,” tutur Nikolsky menjelaskan.
Menderita
Nikolsky mengatakan, para kru yang terdiri atas dua warga Rusia, 17 warga Ukraina, dan seorang warga Latvia diperlakukan dengan layak oleh kelompok perompak itu. Akan tetapi, penahanan berbulan-bulan itu membuat mereka menderita sehingga daya tahan pun semakin menurun.
”Mereka tinggal di sebuah ruangan kecil tanpa bisa bergerak, tanpa ada kegiatan fisik. Setengah dari para awak kini tengah sakit dan setengah lainnya bisa menjadi tidak waras,” katanya.
Menurut beberapa sumber, mayat Kapten Vladimir Kolobkov disimpan di lemari pendingin yang sama dengan tempat para awak kapal menyimpan bahan makanan mereka.
”Kami makan dalam porsi yang sama dengan para perompak. Porsi kami itu sangat sedikit. Kami makan sekali pada malam hari dan juga diberi air dan terkadang minum teh,” ungkap Nikolsky.
Saeed Hasan, seorang akademisi yang bertindak sebagai penerjemah bagi para perompak, membenarkan perlunya perhatian medis untuk para awak kapal itu. (AFP/OKI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang