Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho A
JAKARTA, SELASA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siap menghadapi komentar usil yang ditujukan kepada pemerintahan yang dipimpinnya terkait sejumlah kebijakan yang telah diambil termasuk menurunkan untuk ketiga kalinya harga premium dan solar. Mulai 15 Januari 2009, harga premium dan solar menjadi Rp 4.500 per liter.
"Setelah sidang kabinet terbatas, saya mengeluarkan keputusan. Ini bukan, wah ini mau pilpres, mau pemilu legislatif, pasti dikaitkan ke situ. Bisa saja orang berbicara seperti itu,
semua jadi politik. Terkait komentar itu, harus kita hadapi karena memang sedang mengemban amanah," ujar Presiden dalam pidato di depan Legiun Veteran Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/1).
Menurut Presiden, komentar usil akan selalu ditujukan kepada siapa pun presidennya. "Nanti kalau presidennya ganti, presidennya menjabat ya, dibegitukan juga. Kelihatannya seperti itu. Maju salah, mundur apalagi," ujar Presiden disambut tawa.
Untuk mereka yang kerap memberi komentar usil, Presiden mengkategorikannya menjadi dua kelompok. Pertama yang merasa hebat dan berani jika menentang pemerintah apa pun kebijakannya. Kedua yang merasa tabu atau berdosa jika harus memberi pujian kepada pemerintah. "Tetapi saya yakin, tidak semua rakyat seperti itu. Rakyat punya hati untuk menilai mana yang benar, mana yang berhasil, dan mana yang belum," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang