SEMARANG, SELASA — Chris John tak memasang target besar saat melakoni pertarungan pilihan melawan petinju Amerika Serikat (AS), Rocky Juarez, pada 28 Februari. Juara dunia kelas bulu WBA tersebut hanya berusaha agar bisa mempertahankan gelarnya tersebut saat bertarung di Yamaha Center, Houston, Texas, AS.
"Saya tidak memasang target muluk-muluk. Cukup menang angka dan yang penting gelar juara dunia tetap saya bawa pulang ke Indonesia," ungkap petinju yang memiliki nama lengkap Christian Johanes itu, Selasa (13/1).
Chris John punya alasan mengapa tak sesumbar untuk menang KO. Juarez adalah petinju yang tangguh karena selama penampilannya tidak pernah kalah KO atau TKO dari lawan-lawannya.
Juarez pernah empat kali berusaha merebut gelar juara dunia, seperti melawan Humberto Sato (dua kali), tetapi selalu kalah angka.
"Yang jelas pada pertarungan mendatang saya akan bermain pada jarak yang aman karena dia memiliki pukulan hook kiri yang mematikan. Kalau saya bertarung dengan jarak dekat, tentunya akan membahayakan saya sendiri," jelas Chris John.
Sudah sepekan ini Chris John berlatih di Sasana Herry’s Gym Perth, Australia. Di sana, petinju yang sudah 10 kali mempertahankan gelar juara dunia yang direbut dari tangan Oscar Leon (Kolombia) di Bali tahun 2003, masih memusatkan latihan pada peningkatan fisik.
Seusai bertarung dengan petinju Jepang, Hiroyuki Enoki, dalam mandatory fight, praktis sekitar dua bulan Chris John tidak latihan serius. Apalagi selama itu juga dalam proses penyembuhan cedera di bagian muka dan harus mendapat 70 jahitan.
"Mungkin mulai pekan depan saya sudah mulai latihan teknik dengan sparring partner. Kalau sekarang ini masih konsentrasi peningkatan fisik," kata bapak dari dua orang putri (Maria Luna Ferrisa dan Maria Rosa Christiani) itu.
Chris John mulai berlatih serius di Sasana Herry’s Gym di bawah asuhan pelatih sekaligus manajernya, Craig Christian, sejak berangkat ke Australia, Minggu (28/12).
Sebelum ke AS pada akhir Januari ini, dia akan kembali dulu ke Indonesia untuk menggelar jumpa wartawan di Jakarta, kemudian baru terbang ke Amerika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang