PADANG, SELASA - Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Padang (UNP), Syamsul Amar, menilai, kebijakan pemerintah untuk menambah stimulus fiskal pada APBN 2009 guna memberikan penguatan pada sektor usaha dan masyarakat perlu didukung karena akan mendorong pertumbuhan sektor riil.
"Tambahan stimulis fiskal itu penting artinya bagi perekonomian karena bisa mendorong tumbuhnya sektor riil," kata Dekan Universitas Ekonomi UNP, Syamsul Amar, di Padang, Selasa (13/1).
Dia mengatakan hal tersebut terkait adanya kebijakan pemerintah untuk menambah stimulus fiskal pada APBN 2009 yang semula sebesar Rp 12,5 triliun akan ditambah Rp 15 triliun.
Pemberian stimulus fiskal yang sudah diberikan dalam UU APBN itu dialokasikan untuk memberikan subsidi dalam bentuk bea masuk maupun PPn yang ditanggung pemerintah.
Menurut dia, tambahan stimulus fiskal tersebut bisa mendorong sektor riil tumbuh lebih besar sehingga perekonomian masyarakat bisa bertahan dalam menghadapi krisis keuangan global itu.
Akibat krisis itu, katanya, perekonomian masyarakat baik skala besar, sedang dan kecil terkena imbasnya. Bahkan, ada di antaranya yang mengalami kebangkrutan.
Sehubungan dengan itu dibutuhkan investasi dari negara sebagai perangsang untuk tumbuhnya kegiatan ekonomi itu.
Mengharapkan investasi keuangan dari swasta diakuinya akan sulit karena ekonomi kini prihatin. "Jalan satu-satunya agar uang banyak beredar pemerintah harus memperbanyak stimulus fiskal itu," katanya.
Stimulus fiskal tambahan itu terutama diberikan bagi kementerian atau lembaga untuk belanja mereka yang dapat menciptakan kesempatan kerja secara cepat di bidang infrastruktur maupun program pengentasan kemiskinan yang dianggap memiliki efektivitas maupun prioritas paling tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang