Tambahan Stimulus Fiskal Dorong Sektor Riil

Kompas.com - 13/01/2009, 20:17 WIB

PADANG, SELASA - Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Padang (UNP), Syamsul Amar, menilai, kebijakan pemerintah untuk menambah stimulus fiskal pada APBN 2009 guna memberikan penguatan pada sektor usaha dan masyarakat perlu didukung karena akan mendorong pertumbuhan sektor riil.
    
"Tambahan stimulis fiskal itu penting artinya bagi perekonomian karena bisa mendorong tumbuhnya sektor riil," kata Dekan Universitas Ekonomi UNP, Syamsul Amar, di Padang, Selasa (13/1).
    
Dia mengatakan hal tersebut terkait adanya kebijakan pemerintah untuk menambah stimulus fiskal pada APBN 2009 yang semula sebesar Rp 12,5 triliun akan ditambah Rp 15 triliun.
     
Pemberian stimulus fiskal yang sudah diberikan dalam UU APBN itu dialokasikan untuk memberikan subsidi dalam bentuk bea masuk maupun PPn yang ditanggung pemerintah.
     
Menurut dia, tambahan stimulus fiskal tersebut bisa mendorong sektor riil tumbuh lebih besar sehingga perekonomian masyarakat bisa bertahan dalam menghadapi krisis keuangan global itu.
     
Akibat krisis itu, katanya, perekonomian masyarakat baik skala besar, sedang dan kecil terkena imbasnya. Bahkan, ada di antaranya yang mengalami kebangkrutan.
     
Sehubungan dengan itu dibutuhkan investasi dari negara sebagai perangsang untuk tumbuhnya kegiatan ekonomi itu.
     
Mengharapkan investasi keuangan dari swasta diakuinya akan sulit karena ekonomi kini prihatin. "Jalan satu-satunya agar uang banyak beredar pemerintah harus memperbanyak stimulus fiskal itu," katanya.
    
Stimulus fiskal tambahan itu terutama diberikan bagi kementerian atau lembaga untuk belanja mereka yang dapat menciptakan kesempatan kerja secara cepat di bidang infrastruktur maupun program pengentasan kemiskinan yang dianggap memiliki efektivitas maupun prioritas paling tinggi.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau