Scolari: Saya Harus Mulai dari Nol

Kompas.com - 14/01/2009, 02:51 WIB

MANAJER Chelsea Luiz Felipe Scolari merasa bertanggung jawab atas beberapa penampilan buruk Chelsea akhir-akhir ini, terutama kekalahan 0-3 dari MU, Minggu (12/1). Menurutnya, semua hasil Chelsea ini terutama karena dirinya masih melakukan kesalahan dalam strategi atau pendekatan. Dia tak mau menimpakan kesalahan kepada pemain.

Dalam enam pertandingan terakhir, Chelsea hanya menang sekali. Itu jelas memprihatinkan, apalagi terakhir dihajar MU 0-3. Maka, dia perlu mengubah strategi dan pendekatannya dan harus memulai dari nol lagi.

Meski posisinya tertekan, dia siap menghadapi segala risiko. Berikut wawancara dengan arsitek Chelsea asal Brasil itu. (AP)

Ada apa dengan Chelsea?

"Semua yang terjadi adalah tanggung jawab saya. Jika kami kalah 0-1, 0-1, atau 0-3, itu sangat memalukan."

Apa yang akan Anda lakukan sekarang?

"Saya harus mengubah beberapa sistem dan saya harus memulai dari nol lagi. Ini lebih karena kesalahan saya daripada pemain. Saya akan mengubah sistem man to man marking menjadi zona marking."

Apa yang harus dilakukan pemain?

"Kami harus bekerja lebih kompak dan menyatu. Jika ada yang salah, kami harus memberikan perhatian khusus, tapi tetap bersama dan kompak. Setelah satu kemenangan, dua atau malah tiga kemenangan, baru kamu bisa santai, kemudian mengejar kemenangan berikutnya."

Jose Mourinho dan Avram Grant mudah terpental begitu penampilan Chelsea tak memuaskan. Bagaimana nasib Anda?

"Ah, jangan tanya saya. Tanya saja kepada dewan klub."

Chelsea harus mengulang partai lawan Southend di Piala Carling, setelah hasil seri. Pendapat Anda?

"Hasil seri lawan Southend merupakan partai paling memalukan. Kami harus berpikir dengan cara yang sama. Semangat juga harus ditingkatkan. Jika tidak, maka akan kembali kesulitan. Dan, kami harus membuktikannya di lapangan."

Chelsea kemasukan 8 gol dari set piece. Dua gol dari permainan terbuka. Apa yang salah?

"Secara mental, kami masih bermasalah sebab kami kalah dalam tiga atau empat pertandingan gara-gara gagal mengantisipasi set piece. Sekarang, saatnya saya harus berbicara kepada para pemain. Di pertandingan berikutnya, kami akan berusaha untuk tak melakukan kesalahan serupa."

Apakah Anda tak pernah melatih set piece?

"Oh, itu bagian dari pelajaran kami. Kami sudah melatihnya sekitar 20 sampai 30 kali setiap hari. Maka, rasanya kami harus mengubah sistem man to man marking menjadi zona marking. Mudah-mudahan itu menjadi solusi."

Saat lawan MU dan kalah 0-3, apa yang terjadi?

"Anda lihat di babak pertama kami bermain bagus. Apakah Anda bisa menemukan kesalahan kami? Saya kira tidak. Tapi, di babak kedua, kami banyak melakukan kesalahan."

Apakah perubahan yang akan Anda lakukan bakal efektif?

"Semoga!" *

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau