MEDAN, RABU — Sosialisasi program Jaminan Kesehatan Masyarakat Medan Sehat (JPKMS) yang diluncurkan Pemkot Medan untuk meng-cover warga berpenghasilan rendah dan tidak masuk dalam program Jamkesmas, dinilai belum merata ke seluruh masyarakat.
Darmawati (40), salah seorang warga di Kecamatan Medan Kota, di Medan, Selasa, mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui program tersebut dan dia merasa berhak mendapatkan program itu karena berasal dari golongan ekonomi lemah.
Program Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan itu telah disetujui oleh Wali Kota Medan dan telah berjalan sejak 10 November 2008. Rencananya, program dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD 2008 ini akan berakhir pada 10 Februari 2009.
"Sampai saat ini saya juga tidak mengetahui bagaimana cara mengurusnya dan apa gunanya program JPKMS itu," katanya.
Kepala PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) Cabang Medan Yudi Setiawan, selaku pemenang tender proyek kesehatan tersebut, mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan.
"Memang belum semua kecamatan yang terjangkau sosialisasi program ini. Beberapa kecamatan yang sudah tersosialisasikan di antaranya adalah Medan Kota, Medan Baru, dan Medan Tembung," katanya.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rekam Medik RSU dr Pirngadi Susyanto mengatakan, sebagian besar masyarakat yang mendaftarkan diri untuk masuk sebagai peserta JPKMS mengetahui program itu dari masyarakat yang sebelumnya telah mendaftar.
"Mereka tahunya dari mulut ke mulut, bukan dari sosialisasi. Sebagian masyarakat lain mendaftar berdasarkan surat keterangan tanda miskin (SKTM) yang dibawa pasien sebagai rujukan untuk mendapatkan pelayanan gratis berobat," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang