PHK Mulai Ancam TKI

Kompas.com - 14/01/2009, 18:34 WIB

BANTUL, RABU - Krisis global mulai mengancam keberadaan tenaga kerja Indonesia atau TKI, terutama sektor pabrikan. Beberapa Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta atau PPTKIS mulai menerima pemberitahuan rencana PHK dari perusahaan klien mereka di luar negeri.

Sapto Priyono, staf administrasi PT Dian Yogya Perdana, Rabu (14/1) mengatakan, sejumlah perusahaan kliennya di Malaysia sudah menginformasikan rencana PHK selama bulan Januari-Maret. "Memang jumlah pastinya belum ada, tetapi kemungkinan berkisar 1.200 orang," katanya.

Sebagian besar perusahaan tersebut bergerak di bidang industri otomotif dan elektronik yang berorientasi ekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika. Kebijakan PHK ditempuh perusahaan karena order produksi mereka terus berkurang, sehingga jumlah karyawan terpaksa dikurangi.

Menurut Sapto, pihaknya tengah mengurus asuransi PHK dengan salah satu perusahaan asuransi yang menjadi mitranya. "Kami sudah mempersiapkan klaim asuransi jauh-jauh hari sebelumnya, supaya pencairannya lebih mudah. Sesuai perjanjian, untuk masa kerja 1-2 tahun, besarnya klaim asuransi yang akan diterima TKI berkisar Rp 5-6 juta," katanya.

Selain ancaman PHK, krisis global juga membuat pesanan TKI yang diterima PPTKIS tahun ini turun drastis. Pada awal tahun lalu, PT Dian Yogya Perdana sudah menerima pesanan TKI sebanyak 400 orang, tetapi sekarang meski sudah masuk pertengahan bulan Januari, belum satu pun pesanan masuk.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Subdinas Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (disnakertrans) Kabupaten Bantul, Bambang Sugiyantoro memperkirakan gelombang PHK TKI akan terus bertambah bila situsi ekonomi dunia tidak segera membaik.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau