Jelang Pemilu Pesanan Kaus Mulai Meningkat

Kompas.com - 14/01/2009, 18:37 WIB

BANTUL, RABU — Dalam 3 bulan menjelang pemilu, pesanan kaus yang diterima sejumlah perusahaan konveksi di Bantul mulai meningkat. Meski tergiur dengan keuntungan yang menjanjikan, para pengusaha tetap mengedepankan prinsip kehatian-hatian. Mereka tidak mau memproses pesanan bila uang mukanya tidak memadai atau identitas pemesan tidak jelas.

"Kami tidak mau kejadian Pemilu 2004 terulang. Saat itu banyak partai yang pesan, tetapi tidak mau melunasi pembayarannya," kata Sukardi, pemilik perusahaan konveksi SKD, di Dusun Soropaten, Desa Ringinharjo, Bantul, Rabu (14/1). Menurutnya, agar pesanan bisa diproses besarnya uang muka minimal 50 persen. Pada saat pengambilan sisa tagihan juga harus dilunasi terlebih dahulu.

Sukardi mengaku, pesanannya melonjak 40 persen. Sebagian besar yang pesan masih dari kalangan caleg. Rata-rata mereka pesan sebanyak 300-500 potong kaus. "Untuk parpol biasanya nanti kalau kampanye pawai sudah mulai," katanya.

Maryati, pemilik usaha konveksi Tons, mengatakan, harga kaus yang dipesan berkisar Rp 7.500-Rp 13.000 per potong. Meski pesanan yang diterimanya sudah mulai melonjak, dibandingkan Pemilu 2004, pesanan kaus kali ini lebih sedikit. "Kalau dulu, jauh-jauh hari sudah banyak yang pesan, tetapi sekarang agak sepi. Mungkin karena pengaruh krisis global sehingga dana parpol juga ikutan seret," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau