Crisis Center Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (CC Satkorlak PBP)DKI Jakarta kesulitan memantau bencana banjir yang tengah melanda kota Jakarta. Dari 160 kamera close circuit television (CCTV) milik CC Satkorlak PBP, hanya 91 kamera yang berfungsi dengan baik dengan koneksitas jaringan jernih. Sebanyak 69 kamera lainnya mengalami kerusakan sehingga tidak bisa digunakan dan jaringan koneksitasnya terputus.
Penyebab kerusakan yaitu faktor alam, human error, dan jaringan teknologi. Dimas, seorang operator CCTV, menerangkan, kamera rusak antara lain karena terkena petir sehingga mengakibatkan aliran listrik mati, tertimpa pohon tumbang, frekuensi radio bergeser sehingga tidak bisa menangkap gambar dengan jernih.
CCTV yang rusak, menurut Dimas, tersebar di beberapa titik, antara lain di Pasar Kramat Jati, Bukit Duri Utara, Stasiun Pompa Penjaringan, Pintu Air Manggarai, Pintu Air Sunda Kelapa, dan Pintu Air Karet. “Hanya enam dari 14 pintu air di Jakarta yang terpasang CCTV. Tetapi yang berfungsi hanya tiga pintu air yaitu Penjaringan, Manggarai, dan Marina,” katanya.
Petugas teknis Crisis Center telah berusaha untuk memperbaikinya, tetapi karena kerusakannya parah, perbaikan membutuhkan waktu lama dan anggaran cukup besar. Untuk kerusakan ringan saja, kata dia, perbaikan butuh waktu satu sampai dua minggu.
Akibat banyaknya CCTV yang rusak, petugas jadi kesulitan untuk memantau genangan air atau banjir yang telah terjadi di beberapa titik. Petugas krisis center juga tidak bisa memberikan data akurat mengenai kemacetan di ruas-ruas jalan Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, secara terpisah mengatakan, kerusakan CCTV itu merupakan sesuatu yang wajar. Alasannya, kata Prijanto, kamera CCTV itu dipasang di luar gedung yang otomatis terkena hujan, petir, dan terik panas matahari. “Barang elektronik kan sensitif. Jadi wajar kalau rusak, apalagi kena hujan dan matahari,” kata Prijanto. Kendati demikian, Prijanto mengatakan Pemprov DKI akan segera memperbaiki 69 kamera CCTV yang rusak itu sehingga dapat dipakai maksimal untuk memantau genangan air dan kondisi arus lalu lintas di Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang