Osama Serukan Perang Suci Lawan Israel

Kompas.com - 15/01/2009, 08:33 WIB

WASHINGTON, KAMIS — Pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, menyerukan perang suci melawan Israel sebagai pembalasan atas serangan mematikan mereka di Jalur Gaza.

Menurut lembaga pengawas berpusat di AS, InterCenre, Rabu (14/1), ini adalah pernyataan pertama Osama dalam 8 bulan terakhir.

Dalam rekaman audio berdurasi 22 menit berjudul "Panggilan Jihad untuk Menghentikan Agresi terhadap Gaza", Osama menyerukan perang suci untuk memulihkan "Jerusalem dan Palestina".

Osama mengecam Pemerintah Arab dan Islam atas respons mereka terhadap serangan besar-besaran Israel di mana lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas, sedikitnya 292 dari mereka anak-anak.

Ia juga menyinggung kemungkinan kebijakan pemerintah baru presiden AS terpilih, Barack Obama, menghadapi krisis ekonomi global. Ini sebagai bukti lagi bahwa rekaman itu memang baru saja dibuat. Rekaman itu telah disiarkan dengan logo media Al Qaeda, As-Sahab.

Itu adalah pesan Osama pertama sejak Mei 2008 ketika ia mengecam para pemimpin Barat karena mengambil bagian dalam perayaan ulang tahun ke-60 negara Yahudi.

AS telah mempimpin perburuan terhadap pemimpin Osama sejak serangan 11 September 2001 di AS dan menawarkan hadiah 25 juta dollar (sekitar Rp 275 miliar). Toh, ia masih bebas berkeliaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau