Kapal Pengangkut TKI Tenggelam di Selat Malaka

Kompas.com - 15/01/2009, 14:00 WIB

Laporan wartawan Kompas Mahdi Muhammad

BANDA ACEH, KAMIS — Sebuah kapal tongkang yang mengangkut puluhan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia, Senin (12/1) malam, tenggelam di perairan Selat Malaka.

Dalam kecelakaan itu, 22 dinyatakan selamat, dua orang TKI perempuan ditemukan tewas terapung, sementara 26 orang lagi masih dalam pencarian.

Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional Nanggroe Aceh Darussalam, Mohd Isa Asy'ari, di Banda Aceh, Kamis (15/1), membenarkan kejadian itu. Namun, dirinya menyayangkan tidak adanya laporan langsung dari para korban terkait kejadian ini. "Sekarang sudah empat hari. Padahal kejadiannya hari Senin lalu," katanya.
 
Dia mengatakan, informasi yang diperoleh dari pos TNI AL Peureulak menyebutkan, kapal yang berangkat dari Penang, Malaysia, sehari sebelumnya, mengangkut sekitar 48 penumpang dengan tujuan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Namun, karena cuaca buruk, kapal itu karam sekitar 15-20 mil jelang lokasi tujuan. Asy'ari menyatakan, saat ini pencarian telah dilakukan aparat TNI AL dan Polairud Polda NAD dibantu sejumlah nelayan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau