Laporan wartawan Kompas Winarto Herusansono
DEMAK, KAMIS — Menjelang berlangsungnya panen padi di wilayah Demak dan sekitarnya, harga beras medium bertahap naik. Harga beras kini Rp 5.400 per kilogram dan harga beras di pedesaan bisa Rp 5.500 per kilogram.
Harga beras ini lebih tinggi dibanding harga pembelian pemerintah (HPP). Sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2008, HPP beras di tingkat gudang Bulog hanya Rp 4.600 per kilogram naik dibanding HPP sebelumnya Rp 4.300 per kilogram.
Beberapa petani di Gajah dan Wonosalam di Demak, Jawa Tengah, Kamis (15/1), mengutarakan, petani berharap harga beras yang tinggi itu bisa bertahan hingga panen berlangsung. Panen padi serentak di Demak dan sekitarnya diperkirakan berlangsung minggu ke empat Januari 2009.
"Saat ini memang ada sawah yang panen padi, namun jumlahnya masih terbatas. Daerah yang panen awal di Gajah, Mijen, dan Wonosalam serta Demak Kota," ujar Saryanto, petani padi di Demak.
Petani lain, H Djaseri mengemukakan, meski harga beras dan harga gabah naik, petani mengalami kesulitan memperoleh keuntungan. Pasalnya, cuaca yang diwarnai hujan terus-menerus bisa menimbulkan banjir. Hujan juga menghalangi petani menghasilkan gabah kering giling. Kalau hal itu berlangsung terus, petani akan terpaksa menjual gabah basah. Harga gabah basah memang tinggi, berkisar Rp 2.700 per kilogram sampai Rp 2.800 per kilogram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang