Jelang Panen, Harga Beras Naik

Kompas.com - 15/01/2009, 17:51 WIB

 

Laporan wartawan Kompas Winarto Herusansono

DEMAK, KAMIS — Menjelang berlangsungnya panen padi di wilayah Demak dan sekitarnya, harga beras medium bertahap naik. Harga beras kini Rp 5.400 per kilogram dan harga beras di pedesaan bisa Rp 5.500 per kilogram.

Harga beras ini lebih tinggi dibanding harga pembelian pemerintah (HPP). Sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2008, HPP beras di tingkat gudang Bulog hanya Rp 4.600 per kilogram naik dibanding HPP sebelumnya Rp 4.300 per kilogram.

Beberapa petani di Gajah dan Wonosalam di Demak, Jawa Tengah, Kamis (15/1), mengutarakan, petani berharap harga beras yang tinggi itu bisa bertahan hingga panen berlangsung. Panen padi serentak di Demak dan sekitarnya diperkirakan berlangsung minggu ke empat Januari 2009.

"Saat ini memang ada sawah yang panen padi, namun jumlahnya masih terbatas. Daerah yang panen awal di Gajah, Mijen, dan Wonosalam serta Demak Kota," ujar Saryanto, petani padi di Demak.

Petani lain, H Djaseri mengemukakan, meski harga beras dan harga gabah naik, petani mengalami kesulitan memperoleh keuntungan. Pasalnya, cuaca yang diwarnai hujan terus-menerus bisa menimbulkan banjir. Hujan juga menghalangi petani menghasilkan gabah kering giling. Kalau hal itu berlangsung terus, petani akan terpaksa menjual gabah basah. Harga gabah basah memang tinggi, berkisar Rp 2.700 per kilogram sampai Rp 2.800 per kilogram.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau