Gelombang Laut Selatan 3- 6 Meter, Nelayan Diminta Tak Melaut

Kompas.com - 15/01/2009, 20:15 WIB

BANDUNG, KAMIS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandung mengingatkan nelayan di pesisir selatan Jawa Barat untuk tidak melaut hingga batas waktu yang belum ditentukan. Secara teknis, ketinggian gelombang di laut selatan berkisar antara 3- 6 meter.

Demikian dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandung, Jaya Murjaya, Kamis (15/1) di Bandung, ketika dimintai tanggapan mengenai gelombang tinggi di Laut selatan.

Selain gelombang, angin di laut pun masih tinggi sekitar 10- 15 knot per jam. Hal itu dikatakan akan mempersulit aktivitas nelayan ketika berada di laut.

Menurut Jaya, keputusan tidak melaut diambil karena gelombang itu diperkirakan tidak mampu dilewati dengan mudah oleh nelayan tradisional. Bila nekat melaut hanya akan membahayakan nyawa.

Sejauh ini, BMKG tidak bisa menentukan sampai kapan rekomendasi ini berlaku. Saat ini, pemantauan terus dilakukan setiap hari. Diantaranya tekanan angin dari Australia yang berpotensi menyebabkan gelombang laut menjadi lebih tinggi.

Sulit memang untuk tidak melaut karena menyangkut sumber mata pencaharian utama. "Namun, sungguh sangat berbahaya bila nekat pergi," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau