SURABAYA, KAMIS - Hingga tiga hari terakhir, pihak Syahbandar Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melarang kapal-kapal berbobot di bawah 500 ton untuk berlayar karena cuaca buruk. Akibatnya, pengiriman barang-barang kebutuhan pokok dan kelontong ke berbagai pulau terhenti.
Sampai dengan hari Kamis (15/1), di Dermaga Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya masih dipenuhi kapal-kapal baik kapal motor maupun kapal layar motor. Kapal-kapal berbobot di bawah 500 ton itu berjajar hingga sepanjang satu kilometer.
Kapal-kapal di sepanjang Dermaga Kalimas mengangkut berbagai macam kebutuhan pokok, seperti beras dan mi instant hingga barang kelontong dan material . Kapal-kapal tersebut berlayar ke berbagai pulau, antara lain Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala Seksi Syahbandar Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Kahar Paleppeng mengungkapkan, sekitar 20 kapal motor dan kapal layar motor yang hendak mengirim barang-barang ke beberapa pulau tertahan di Dermaga Kalimas. "Kami belum akan memberikan surat izin berlayar hingga cuaca membaik. Ketinggian gelombang di atas tiga meter sangat berbahaya bagi kapal-kapal berbobot kurang dari 500 ton," ujarnya , Kamis (15/1) di Surabaya.
Setiap hari, rata-rata 40 kapal motor dan kapal layar motor diberangkatkan dari Dermaga Kalimas. Namun, dengan cuaca yang memburuk, hanya kapal-kapal berbobot di atas 500 ton yang mendapatkan surat izin berlayar.
Syarifuddin (50), salah seorang anak buah kapal layar motor Nur Aminah mengungkapkan, dalam seminggu terakhir syahbandar tak memberikan surat izin berlayar. "Syahbandar melarang kapal berlayar karena gelombang laut tinggi hingga di atas tiga meter," ucapnya.
Menurut Syarifuddin, selain berbahaya gelombang tinggi disertai hujan dan angin deras berpotensi merusak muatan kapal. Karena itu, kapal-kapal menunggu cuaca yang lebih baik untuk berlayar. "Hujan deras dan angin besar kadang merusak barang-barang muatan. Jika demikian, kami yang harus menanggung klaim dari pemilik barang," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang