Gelombang Tinggi, Pasokan Kebutuhan Terhenti

Kompas.com - 15/01/2009, 20:45 WIB

SURABAYA, KAMIS - Hingga tiga hari terakhir, pihak Syahbandar Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melarang kapal-kapal berbobot di bawah 500 ton untuk berlayar karena cuaca buruk. Akibatnya, pengiriman barang-barang kebutuhan pokok dan kelontong ke berbagai pulau terhenti.

Sampai dengan hari Kamis (15/1), di Dermaga Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya masih dipenuhi kapal-kapal baik kapal motor maupun kapal layar motor. Kapal-kapal berbobot di bawah 500 ton itu berjajar hingga sepanjang satu kilometer.

Kapal-kapal di sepanjang Dermaga Kalimas mengangkut berbagai macam kebutuhan pokok, seperti beras dan mi instant hingga barang kelontong dan material . Kapal-kapal tersebut berlayar ke berbagai pulau, antara lain Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Seksi Syahbandar Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Kahar Paleppeng mengungkapkan, sekitar 20 kapal motor dan kapal layar motor yang hendak mengirim barang-barang ke beberapa pulau tertahan di Dermaga Kalimas. "Kami belum akan memberikan surat izin berlayar hingga cuaca membaik. Ketinggian gelombang di atas tiga meter sangat berbahaya bagi kapal-kapal berbobot kurang dari 500 ton," ujarnya , Kamis (15/1) di Surabaya.

Setiap hari, rata-rata 40 kapal motor dan kapal layar motor diberangkatkan dari Dermaga Kalimas. Namun, dengan cuaca yang memburuk, hanya kapal-kapal berbobot di atas 500 ton yang mendapatkan surat izin berlayar.

Syarifuddin (50), salah seorang anak buah kapal layar motor Nur Aminah mengungkapkan, dalam seminggu terakhir syahbandar tak memberikan surat izin berlayar. "Syahbandar melarang kapal berlayar karena gelombang laut tinggi hingga di atas tiga meter," ucapnya.

Menurut Syarifuddin, selain berbahaya gelombang tinggi disertai hujan dan angin deras berpotensi merusak muatan kapal. Karena itu, kapal-kapal menunggu cuaca yang lebih baik untuk berlayar. "Hujan deras dan angin besar kadang merusak barang-barang muatan. Jika demikian, kami yang harus menanggung klaim dari pemilik barang," tuturnya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau