MANADO - Banyak korban banjir dan air pasang di Manado terpaksa makan sehari sekali. Bantuan beras dan mi instan yang disalurkan Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dinilai sangat minim.
Midun Loho, korban banjir di Kelurahan Mahawu, Manado, Kamis (15/1), mengatakan, korban banjir di Kelurahan Mahawu Lingkungan IV hanya mendapat jatah beras 20 kilogram untuk 101 keluarga.
Hal sama diungkapkan Arke, korban air laut pasang di pantai Kelurahan Karangria. Di tempat itu ada 20 rumah, yang dihuni lebih dari 100 warga, rusak. Selama tiga hari mereka mendapat jatah beras 2,5 kilogram, mi instan, dan ikan kaleng.
”Kami kesulitan memasak karena kompor dan belanga tersapu ombak. Mestinya pemerintah membuat dapur umum,” kata Arke.
Sekretaris Pemkot Manado Harold Monareh menampik anggapan minimnya bantuan. ”Kami terus memonitor penyaluran bantuan makanan. Korban terus bertambah seiring dengan turun hujan lebat setiap hari,” katanya.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Sulawesi Utara Roy Roring, sekitar 1.000 rumah rusak di Sulawesi Utara, dari Manado, Minahasa Selatan, hingga Kabupaten Bolaang Mongondow.
Di Sulawesi Barat yang juga dilanda banjir, pembenahan dan perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan jalan di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene sangat mendesak. Sampai kini aktivitas belajar dan pelayanan kesehatan di puskesmas masih lumpuh akibat rusaknya bangunan.
”Kami berharap bantuan pemerintah pusat untuk membenahi fasilitas umum itu,” kata Kepala Biro Humas Pemprov Sulbar Khaeruddin Anas, Kamis.
Banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Polman, Sabtu malam lalu, menghanyutkan 551 rumah, 1.300 rumah rusak berat, dan lebih dari 2.000 rumah rusak ringan. Enam warga tewas dan empat orang hilang.
Saat ini masih ada ribuan warga yang tinggal di tenda-tenda darurat atau mengungsi di rumah kerabat. (MKN/SUP/FUL/ZAL/REN/ BEN/HAN/MDN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang