GM, Ford, dan Chrysler Pastikan Tidak Ikut TMS 2009

Kompas.com - 16/01/2009, 14:47 WIB

TOKYO, JUMAT — Rencana membatalkan penyelenggaraan Tokyo Motor Show (TMS) ke-41 pada akhir Oktober dan awal November 2009, akhirnya terkuak. Penyebabnya, menurut Autoweek.com, Tiga Besar Detroit, GM, Ford, dan Chrysler dipastikan tidak akan ambil bagian pada pameran tersebut.

Ford
“Dengan kondisi sekarang, mengikuti bukanlah prioritas,” kata Jeniffer Flake. Ditambahkan, pertimbangan lain adalah pasar di Ford di Asia bukan prioritas mereka saat ini untuk dikembangkan lebih lanjut. Untuk dua perusahaan aliansi Ford lainnya, yaitu Mazda dan Ford, Jeniffer tidak bisa memberikan konfirmasi.

GM
Sementara itu, General Motors punya alasan lain. Dijelaskan, pada TMS 2007, kesertaan perusahaan mobil terbesar Amerika ini menghabiskan biaya 2 juta dollar AS. “Uang sebanyak itu sebaiknya dibelanjakan untuk keperluan yang lebih tepat,” kata Rick Brown, Presiden GM Asia Pacific.

“Jadi, dipastikan kami tidak akan ikut,” tambah Brown kepada Automovie News. “Jika melihat ke kondisi bisnis sekarang ini, kami harus memerhatikan dengan saksama setiap dollar yang dikeluarkan. Ini adalah keputusan bisnis praktis,” tambahnya

Chrysler
“Chrysler telah memutuskan, dengan kondisi bisnis seperti sekarang, membatalkan partisipasinya pada TMS 2009. Alasannya, untuk mengamankan sumber-sumber investasi dan membelanjakannya dengan efisien agar bisnis bisa berjalan,” jelas Kaori Beppu, juru bicara Chrysler di Jepang.

“Sebenarnya kami kecewa karena kehilangan kesempatan besar untuk mengadirkan kondisi perusahaan sekarang ini pada pameran mobil bertaraf internasional. Meski begitu, Chrysler akan terus menawarkan kepada konsumen Jepang produk-produk atraktif dan layanan yang makin.”

Bulan depan
Sampai saat ini JAMA masih berdebat apakah membatalkan atau menunda pameran tersebut. Brown mengatakan TMS dapat menjadi forum yang baik untuk mempromosikan merek GM. Namun, uang lebih baik disalurkan ke usaha pemasaran lokal, katanya.

“Jika tetap mengikuti pameran hanya untuk menaikkan bendera perusahaan atau menunjukkan kehadiran, menurut saya bukan sekarang waktunya,” lanjut Rick Brown.

Diskusi tentang pembatalan TMS ke-41 diambil setelah beberapa perusahaan non-Jepang memutuskan tidak mengikuti pameran lantaran masih berusaha mengatasi krisisi keuangan yang menimpa mereka. Dikabarkan pula, beberapa perusahaan mengusulkan agar pameran tahun ini dibatalkan.

Sementara itu, menurut Sekjen JAMA Toshihiro Iwatake, Komite TMS 2009 akan memutuskan masalah pembatalan atau penundaan pameran pada bulan depan.

Bagi pengamat industri dan bisnis otomotif, dengan adanya rencana pembatalan TMS tahun ini, memperlihatkan kondisi bisnis otomotif dunia, terutama di negara-negara yang sudah jenuh pasarnya, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa, tahun ini makin memburuk kondisinya. Pameran mobil tingkat internasional yang digunakan sebagai ‘etalase’ visi dan misi masa depan perusahaan, kini telah ditinggalkan. Buktinya, Detroit Auto Show yang sedang berlangsung sekarang ini tanpa dihadiri oleh produsen mobil seperti Nissan, Suzuki, Prosche, Roll Royce, Land Rover, dan Mitsubishi.

Pameran Jenewa
Sementara itu, pameran mobil bertaraf internasional lain dan diselenggarakan setiap tahun, yaitu Geneva International Motor Show ke-79 atau Pameran Mobil Jenewa yang diselenggarakan pada 5-15 Maret 2009, menurut panitia, diikuti seluruh produsen mobil dunia. Bahkan beberapa produsen menyatakan, momen Geneva Auto Show 2009 diimanfaatkan untuk meluncurkan atau memperkenalkan produk barunya.

Bagi panitia, hal ini merupakan kejutan karena kondisi ekonomi yang masih tidak menentu. Panitia membuat tema khusus, yaitu memamerkan hasil pengembangan terakhir mobil-mobil listrik dan kendaraan berbahan bakar alternatif pada Hall 3.

Pameran Mobil Jenewa merupakan salah satu lima pameran utama di dunia. Setiap tahun pameran ini dihadiri 10.000 media, 700.000 pengunjung, dan 37 persen di antaranya berasal dari 110 negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau