TOKYO, JUMAT — Rencana membatalkan penyelenggaraan Tokyo Motor Show (TMS) ke-41 pada akhir Oktober dan awal November 2009, akhirnya terkuak. Penyebabnya, menurut Autoweek.com, Tiga Besar Detroit, GM, Ford, dan Chrysler dipastikan tidak akan ambil bagian pada pameran tersebut.
Ford
“Dengan kondisi sekarang, mengikuti bukanlah prioritas,” kata Jeniffer Flake. Ditambahkan, pertimbangan lain adalah pasar di Ford di Asia bukan prioritas mereka saat ini untuk dikembangkan lebih lanjut. Untuk dua perusahaan aliansi Ford lainnya, yaitu Mazda dan Ford, Jeniffer tidak bisa memberikan konfirmasi.
GM
Sementara itu, General Motors punya alasan lain. Dijelaskan, pada TMS 2007, kesertaan perusahaan mobil terbesar Amerika ini menghabiskan biaya 2 juta dollar AS. “Uang sebanyak itu sebaiknya dibelanjakan untuk keperluan yang lebih tepat,” kata Rick Brown, Presiden GM Asia Pacific.
“Jadi, dipastikan kami tidak akan ikut,” tambah Brown kepada Automovie News. “Jika melihat ke kondisi bisnis sekarang ini, kami harus memerhatikan dengan saksama setiap dollar yang dikeluarkan. Ini adalah keputusan bisnis praktis,” tambahnya
Chrysler
“Chrysler telah memutuskan, dengan kondisi bisnis seperti sekarang, membatalkan partisipasinya pada TMS 2009. Alasannya, untuk mengamankan sumber-sumber investasi dan membelanjakannya dengan efisien agar bisnis bisa berjalan,” jelas Kaori Beppu, juru bicara Chrysler di Jepang.
“Sebenarnya kami kecewa karena kehilangan kesempatan besar untuk mengadirkan kondisi perusahaan sekarang ini pada pameran mobil bertaraf internasional. Meski begitu, Chrysler akan terus menawarkan kepada konsumen Jepang produk-produk atraktif dan layanan yang makin.”
Bulan depan
Sampai saat ini JAMA masih berdebat apakah membatalkan atau menunda pameran tersebut. Brown mengatakan TMS dapat menjadi forum yang baik untuk mempromosikan merek GM. Namun, uang lebih baik disalurkan ke usaha pemasaran lokal, katanya.
“Jika tetap mengikuti pameran hanya untuk menaikkan bendera perusahaan atau menunjukkan kehadiran, menurut saya bukan sekarang waktunya,” lanjut Rick Brown.
Diskusi tentang pembatalan TMS ke-41 diambil setelah beberapa perusahaan non-Jepang memutuskan tidak mengikuti pameran lantaran masih berusaha mengatasi krisisi keuangan yang menimpa mereka. Dikabarkan pula, beberapa perusahaan mengusulkan agar pameran tahun ini dibatalkan.
Sementara itu, menurut Sekjen JAMA Toshihiro Iwatake, Komite TMS 2009 akan memutuskan masalah pembatalan atau penundaan pameran pada bulan depan.
Bagi pengamat industri dan bisnis otomotif, dengan adanya rencana pembatalan TMS tahun ini, memperlihatkan kondisi bisnis otomotif dunia, terutama di negara-negara yang sudah jenuh pasarnya, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa, tahun ini makin memburuk kondisinya. Pameran mobil tingkat internasional yang digunakan sebagai ‘etalase’ visi dan misi masa depan perusahaan, kini telah ditinggalkan. Buktinya, Detroit Auto Show yang sedang berlangsung sekarang ini tanpa dihadiri oleh produsen mobil seperti Nissan, Suzuki, Prosche, Roll Royce, Land Rover, dan Mitsubishi.
Pameran Jenewa
Sementara itu, pameran mobil bertaraf internasional lain dan diselenggarakan setiap tahun, yaitu Geneva International Motor Show ke-79 atau Pameran Mobil Jenewa yang diselenggarakan pada 5-15 Maret 2009, menurut panitia, diikuti seluruh produsen mobil dunia. Bahkan beberapa produsen menyatakan, momen Geneva Auto Show 2009 diimanfaatkan untuk meluncurkan atau memperkenalkan produk barunya.
Bagi panitia, hal ini merupakan kejutan karena kondisi ekonomi yang masih tidak menentu. Panitia membuat tema khusus, yaitu memamerkan hasil pengembangan terakhir mobil-mobil listrik dan kendaraan berbahan bakar alternatif pada Hall 3.
Pameran Mobil Jenewa merupakan salah satu lima pameran utama di dunia. Setiap tahun pameran ini dihadiri 10.000 media, 700.000 pengunjung, dan 37 persen di antaranya berasal dari 110 negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang