GRESIK, JUMAT — Turunnya harga bahan bakar minyak mulai 15 Januari lalu tidak memengaruhi harga sembako dan bahan bangunan di Gresik dan Lamongan, bahkan harga sejumlah komoditas malah naik. Semua harga bahan bangunan belum turun sama seperti minggu sebelumnya.
Di Gresik beras kualitas baik naik Rp 100, dari harga Rp 5.900 per kg menjadi Rp 6.000 per kg. Beras kualitas sedang naik Rp 200, dari sebelumnya Rp 5.200 kini menjadi Rp 5.400. Jenis sayur, kentang sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 6.500 per kg, cabai merah besar dari harga Rp 10.000 menjadi Rp 14.000 per kg, cabai rawit dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000 per kg.
Supini (46), warga Kroman Gresik, heran BBM sudah turun tetapi beras malah naik. Harga daging sapi di Gresik sebelumnya Rp 52.000 naik menjadi Rp 53.000 per kg. Daging ayam potong Rp 23.000 dari sebelumnya Rp 22.000 per kg dan telur dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500 per kg.
Kebutuhan pokok yang turun harganya yakni tepung terigu dari Rp 6.700 menjadi Rp 6.000 per kg, kubis sebelumnya Rp 3.500 menjadi Rp 2.500 per kg. Bawang merah turun dari Rp 9.500 menjadi Rp 8.000 per kg.
Di sektor transportasi, tarif angkutan kota tetap Rp 2.500 untuk dewasa dan Rp 1.500 untuk pelajar. Purwadi (36), sopir lyn kuning trayek terminal Bunder-Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo-Kartini-Panglima Sudirman-Jaksa Agung Suprapto-Usman Sadar-terminal Gubernur Suryo mengatakan tarif tetap karena belum ditetapkan tarif baru. "Begini saja tidak ada penumpang, karena banyak yang pakai sepeda motor," katanya.
Sementara itu, harga semen produksi PT Semen Gresik kemasan 40 kilogram di Pasar Sidoharjo Lamongan, Babat, dan Paciran Rp 40.000 per zak di Pasar Mantup Lamongan Rp 41.000 per zak. Harga tersebut sama dengan harga pekan sebelumnya. Harga asbes, besi beton, paku, dan triplek tidak mengalami pergerakan harga. Asbes ukuran 150 x 30 sentimeter (cm) di Pasar Sidoharjo, Babat, dan Paciran dijual dengan harga sama Rp 23.500 per lembar, sama dengan harga jual minggu lalu.
Sementara harga sembako malah naik. Beras IR 64 kualitas dolog yang banyak dikonsumsi masyarakat rata-rata naik Rp 250 per kilogram (kg). Harga beras IR 64 kualitas dolog, di Pasar Mantup dijual Rp 4.250, dari harga minggu lalu Rp 4.000, di Pasar Sidoharjo naik dari Rp 4.250 menjadi Rp 4.500 per kg, sedangkan di Pasar Paciran naik dari Rp 4.200 menjadi Rp 4.250 per kg.
Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Dinkopinda) Lamongan, Mursyid, menyatakan kenaikan itu rutin karena pertanian di Lamongan belum panen. "Bila panen tiba, harga akan kembali terkoreksi," katanya, Jumat (16/1).
Sejumlah komoditas di Lamongan turun, seperti bawang merah turun lebih dari 50 persen. Di Pasar Sidoharjo Lamongan harga bawang merah turun dari Rp 18.000 jadi Rp 8.000 per kg. Di Pasar Babat, harga jagung pipilan turun Rp 6.500 per kg, dari Rp 16.500 menjadi Rp 10.000 per kg. Harga daging ayam ras juga turun dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 17.000 per kg. Di Pasar Babat, Paciran, dan Mantup, harga daging ayam ras tetap berkisar Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang