JAKARTA, JUMAT — Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan penyelidikan terhadap rekening liar yang ada di sejumlah departemen dan lembaga negara akan dimulai pekan depan.
"Terkait dengan rekening liar, saya sudah bentuk tim namanya tim liar supaya gampang mengingat saja. Minggu depan baru bergerak," kata Antasari di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (16/1).
Menurut Antasari, tim yang dipimpin Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja ini sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk segera memulai penyelidikan.
"Mereka sudah selesai dengan rencana penyelidikan dan selanjutnya ke depan mereka mengarahkan tim penyelidikan itu menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok yang terkait dengan departemen yang ada, rekening-rekening yang kita duga ada rekening liar," katanya.
Dikatakan Antasari, tim liar itu akan terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, seperti Depkeu, Bank Indonesia, dan PPATK. Dalam penyelidikan itu, tim akan masuk ke semua departemen dan lembaga negara yang diduga memiliki rekening liar.
"Semua modusnya sama karena yang ingin kita ketahui segera adalah sumber dana yang masuk ke rekening itu, lalu latar belakang pembukaan rekening itu, dan yang bertanggung jawab tentunya. Juga siapa yang menyimpan rekening itu dan penggunaan dana rekening itu," katanya.
Dalam proses penyelidikan, lanjutnya, tim liar tetap akan mengedepankan asas praduga tak bersalah sehingga bila rekening itu tidak bermasalah hanya karena administrasinya tidak baik maka akan dikembalikan ke masalah administrasi.
"Tetapi ternyata kalau sumbernya jelas, masuk rekening itu, penggunaan tidak jelas itu masuk tindakan," katanya.
Antasari juga mengharapkan semua departemen dan lembaga negara bersikap kooperatif dalam penyelidikan ini.
Sebelumnya, Departemen Keuangan melansir temuan rekening yang tidak dilaporkan atau liar versi audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2006. Jumlah rekening tersebut sebanyak 2.396 rekening senilai Rp 2,7 triliun. Sedangkan total rekening liar sejak 2004, yang ditemukan sebanyak 5.591 rekening senilai Rp 20 trilun.
Rekening yang ditemukan dalam LKPP 2006 itu terdiri dari rekening giro di 2.141 rekening pada bank umum senilai Rp 2,5 triliun dan dalam bentuk deposito sebanyak 260 rekening senilai Rp 144.316.880.000.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang