Minggu Depan KPK Selidiki Rekening Liar

Kompas.com - 16/01/2009, 17:36 WIB

JAKARTA, JUMAT — Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan penyelidikan terhadap rekening liar yang ada di sejumlah departemen dan lembaga negara akan dimulai pekan depan.

"Terkait dengan rekening liar, saya sudah bentuk tim namanya tim liar supaya gampang mengingat saja. Minggu depan baru bergerak," kata Antasari di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (16/1).

Menurut Antasari, tim yang dipimpin Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja ini sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk segera memulai penyelidikan.

"Mereka sudah selesai dengan rencana penyelidikan dan selanjutnya ke depan mereka mengarahkan tim penyelidikan itu menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok yang terkait dengan departemen yang ada, rekening-rekening yang kita duga ada rekening liar," katanya.

Dikatakan Antasari, tim liar itu akan terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, seperti Depkeu, Bank Indonesia, dan PPATK. Dalam penyelidikan itu, tim akan masuk ke semua departemen dan lembaga negara yang diduga memiliki rekening liar.

"Semua modusnya sama karena yang ingin kita ketahui segera adalah sumber dana yang masuk ke rekening itu, lalu latar belakang pembukaan rekening itu, dan yang bertanggung jawab tentunya. Juga siapa yang menyimpan rekening itu dan penggunaan dana rekening itu," katanya.

Dalam proses penyelidikan, lanjutnya, tim liar tetap akan mengedepankan asas praduga tak bersalah sehingga bila rekening itu tidak bermasalah hanya karena administrasinya tidak baik maka akan dikembalikan ke masalah administrasi.

"Tetapi ternyata kalau sumbernya jelas, masuk rekening itu, penggunaan tidak jelas itu masuk tindakan," katanya.

Antasari juga mengharapkan semua departemen dan lembaga negara bersikap kooperatif dalam penyelidikan ini.

Sebelumnya, Departemen Keuangan melansir temuan rekening yang tidak dilaporkan atau liar versi audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2006. Jumlah rekening tersebut sebanyak 2.396 rekening senilai Rp 2,7 triliun. Sedangkan total rekening liar sejak 2004, yang ditemukan sebanyak 5.591 rekening senilai Rp 20 trilun.

Rekening yang ditemukan dalam LKPP 2006 itu terdiri dari rekening giro di 2.141 rekening pada bank umum senilai Rp 2,5 triliun dan dalam bentuk deposito sebanyak 260 rekening senilai Rp 144.316.880.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau