WOKING, SABTU — Selain Ferrari, penggemar F1 tentu ingin tahu seperti apa mobil McLaren 2009 yang akan dikendarai juara dunia 2008 Lewis Hamilton. Dari markasnya di Woking, Inggris, Hamilton dan rekan setimnya Heikki Kovalainen (Finlandia) membuka selubung MP4-24.
Sama seperti Ferrari dan Toyota, pada McLaren ini juga ada perubahan, terjadi pada sayap (belakang dan depan), sidepod yang berbentuk botol dan barge board. Pengembangannya dari MP4-23 menjadi MP4-24 memakan waktu 18 bulan lebih. Selama itu, kerja tim memeriksa kembali setiap elemen di mobil untuk disesuaikan dengan regulasi baru.
Konsentrasi difokuskan pada peningkatan daya cengkeram karena kembali memakai ban jenis slick (tanpa kembangan), dan peraturan baru lainnya, memaksimalkan pengurangan aerodinamika.
Hasilnya, seperti yang terlihat pada MP4-24 dengan desain hidung lebih panjang. Penyangga sayap berdiri tegak di bawah moncong, sama seperti mobil Renault R28 yang dengan model seperti itu berhasil mengurangi tekanan dan daya cengkeramnya meningkat.
Menariknya, elemen pada sayap depan bisa bergerak (seperti pernah dipakai Ferrari era Michael Schumacher) dan bisa dikontrol dari ruang kokpit melalui switch di kemudi. Yang paling simpel dari kecanggihan teknologi mobil F1, barge board dipasang saat launching.
Sementara itu, konstruksi sayap depan yang disangga membentuk hurup T. Perubahan ini untuk mendapatkan daya cengkeram, selain menutupi kekurangan yang diraih selama ini. Selain depan, bentuk yang aneh tampak dari sidepod (lubang angin di sisi kiri dan kanan) didesain lebih tinggi dan ramping. Kalau dilihat dari belakang seperti botol.
Perubahan itu untuk memaksimalkan ruang antara roda belakang dan areal sistem pendinginan. Kemudian, sistem saluran udara yang melewati diffuser dirancang membentuk hurup V.
Untuk mesin, girboks yang terbuat dari bahan serat karbon ditambah perannya dihubungkan langsung dengan Kinetic Energy Recovery System (KERS). Teknologi terakhir ini berfungsi untuk mengontrol tenaga sekaligus tenaga yang tersimpan di baterai.
Ron Dennis mundur
Yang cukup mengejutkan dari acara launching ini, Ron Dennis sebagai komandan tertinggi di manajemen tim mengumumkan pengunduran dirinya. Pria berusia 61 tahun yang pernah datang ke Indonesia bertemu Tommy Suharto untuk urusan bisnis otomotif mengatakan dirinya tidak mundur. Hanya ingin lebih menjaga komitmennya dengan McLaren Group.
Untuk itu, roda kepemimpinan tim F1 McLaren diserahkan kepada Martin Whitmarsh, terhitung mulai 1 Maret mendatang. “Saya ingin kerja lebih keras, itu target pertama,” bilang Dennis saat launching.
"Jadi, dengan posisi ini, segala keputusan 100 persen ada pada saya. Martin pun akan senang menjalankan tugas baru ini. Sekali lagi, jangan diartikan perubahan ini sebagai keputusan mundur,” tegas Dennis yang menduduki posisi baru sebagai executive chairman di tim McLaren.