Ekspedisi Ciliwung Resmi Dimulai

Kompas.com - 17/01/2009, 15:02 WIB
Laporan Wartawan Kompas-TV, Nanang Dwi Prasdi

BOGOR, SABTU — Ekspedisi Kompas Ciliwung 2009 resmi dimulai. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun dan Redaktur Pelaksana Kompas Budiman Tanuredjo, resmi melepas tim ekspedisi Kompas Ciliwung 2009, Sabtu (17/1) pukul 09.30 WIB.

Seusai melepas, Heryawan mengatakan, pihaknya menunggu dibentuknya tim perencana untuk relokasi dan rehabilitasi kawasan puncak. Menurut Heryawan, tim ini seharusnya ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Yang penting semua terikat dulu untuk mengelola karena masing-masing provinsi mempunyai pendapat sendiri. Jakarta punya pendapat begini, sementara Pemerintah Jawa Barat mengatakan yang lain," ujar Heryawan.

Hari pertama ekspedisi ini, tim akan memulai pengamatan dan peliputan di hulu Sungai Ciliwung di Puncak Bogor, Jawa Barat. Tim ekspedisi dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama menggunakan paralayang untuk mengamati dan memotret hulu Sungai Ciliwung dari udara, sedangkan kelompok kedua melakukan pengamatan dan pemotretan di darat, meliputi Telaga Warna, Telaga Cisaat (mata air Ciliwung), serta Desa Naringgul (salah satu desa paling hulu di DAS atau daerah aliran sungai Ciliwung).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau