Pesisir Sarang Terabrasi Lima Meter Per Tahun

Kompas.com - 17/01/2009, 18:28 WIB

REMBANG, SABTU  - Daya jangkau gelombang pasang dan abrasi di pesisir Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, rata-rata mencapai lima meter per tahun. Jika tidak cepat ditangani, gelombang pasang dan abrasi bakal mengancam ratusan rumah nelayan di lima desa.

Lima desa itu adalah Desa Kalipang, Sendangmulyo, Bajingmeduro, Karangmangu, dan Temperak. Daerah yang membentang di pesisir pantai sepanjang enam kilometer itu merupakan area padat penduduk.

Camat Sarang, Muntoha, Sabtu (17/1) di Rembang, mengatakan setiap musim angin barat dan timur permukiman nelayan kerap terhantam gelombang pasang. Pasalnya, rata-rata permukiman itu langsung berhadapan dengan laut.  

Di sejumlah titik, terutama di Sarangmeduro, Karangmangu, dan Temperak, pantai sudah hilang, sehingga laut berdekatan sekali dengan rumah-rumah warga. "Setiap tahun gelombang pasang itu merambah pantai rata-rata sejauh lima meter," kata dia.

Tokoh masyarakat Desa Karangmangu M Rouf Muhadi mengemukakan pantai pesisir Sarang merupakan kawasan terbuka. Struktur tanahnya pun bukan perbukitan, tetapi pasir landai yang tidak ada dan tidak dapat ditanami tanaman pelindung.

"Sepanjang pantai Sarang tidak dapat lagi ditanami bakau karena kawasan itu berpasir putih. Talut-talut yang dibuat warga pun sudah tidak mampu lagi menahan gempuran ombak," kata dia.

Rouf menyatakan pembangunan pemecah ombak menjadi salah satu solusi. Saat ini, pemerintah sudah membangun pemecah ombak di pantai Desa Kalipang dan Sendangmulyo. Warga berharap agar pembangunan itu dilanjutkan hingga Desa Bajingmeduro, Karangmangu, dan Temperak.

Secara terpisah, Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Suyono, mengatakan kawasan pesisir Rembang yang rawan abrasi dan gelombang pasang sepanjang enam kilometer. Kawasan itu berada di Kecamatan Sarang.   

"Sejak 2006 hingga awal Januari 2009, tercatat 181 rumah warga pesisir di Kecamatan Sarang rusak akibat gelombang pasang," kata Rouf.

Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kabupaten Rembang memberi bantuan ribuan karung pasir untuk membuat tanggul dan membangun pemecah ombak di sepanjang pantai Sarang. Selain itu, pemerintah sedang berupaya merelokasi warga di kawasan rawan gelombang pasang itu.

"Saat ini, proses relokasi memasuki tahap pendataan. Dari pendataan itu, ada warga yang ma u dan ada yang tidak mau pindah. Selain itu, pemerintah melarang warga membangun rumah baru di sepanjang pesisir Sarang," kata Suyono.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau