MAGELANG, SABTU--Seniman dari Komunitas Lima Gunung (KLG) Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan pementasan bersama komposer dan pianis asal Jepang, Noriko Kose.
"Pentas bersama yang akan digelar pada hari Rabu (21/1) itu tentunya menghasilkan karya seni terutama musik dan pertunjukan yang menarik," kata tokoh utama KLG, Sutanto Mendut, di Magelang, Sabtu.
Pentas bareng KLG dengan Noriko yang bertajuk "Malam Musik Klasik, Jass, dan Kontemporer" itu berlangsung di panggung Studio Mendut, di Jalan Raya Palpabang-Borobudur, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Ia mengatakan, Noriko Kose telah keliling dunia untuk menggelar berbagai pementasan musik. "Ia mendapatkan reputasi yang sangat baik dari musik-musiknya," kata Sutanto yang juga pengajar program pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu.
Sejumlah karya kondang Noriko antara lain berjudul "Peace on Earth", "Flight of the Time", Reserve Clock, A Gift from The Sky, Memories of The Wind, Beyond this Place, Moments Gone, dan Nature.
"Musiknya sangat unik harmoninya, membuat perasaan yang nostalgis, harmoni yang hangat dan damai bersifat alamiah, bunyi pianonya membuat penonton relaks dan membawa fantasi jauh," katanya.
Seniman petani dari KLG antara lain menyuguhkan musik kontemporer truntung dari Grup Perkusi Merbabu, Desa Banyusidi, pimpinan Nur Bedhok, tarian geculan bocah dari Grup Geculan Bocah, Desa Gejayan, Pakis, pimpinan Riyadi, dan tarian rakyat soreng, dari Grup Turonggo, Desa Daleman, pimpinan Marno.
Ia mengatakan, Agus Bing, komponis dan kritikus musik asal Yogyakarta juga akan mementaskan sejumlah karya musik jazz etnik dengan komposisi dirinya (piano), Sinyo (bas), Al (drum), Dody (saxophone), Ganes (kendang), dan Bagor (gender dan bonang). "Seniman petani gunung beruntung pentas barang mereka," kata Sutanto. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang