JAKARTA, MINGGU - Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Abdurrahman Wahid, mengaku pro dengan Hillary Clinton dalam menyikapi konflik Palestina-Israel. Menurut dia, Hamas harus diikutsertakan dalam pada perundingan gencatan senjata.
"Dalam perundingan Hamas seharusnya dilibatkan karena sebenarnya yang butuh hamas. Butuh makanan dan obat-obatan. Harusnya Hamas juga mengakui Israel. Agar Israel otomatis mengakui Palestina," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung DPP PBNU, Jakarta, Minggu (18/1).
PBB telah mengeluarkan resolusi terbaru agar Israel menghentikan serangannya ke Palestina. Namun, resolusi tersebut tidak mencantum penarikan pasukan Israel di Jalur Gaza. "Israel pinter. Dia menghadapi kenyataan seluruh dunia ini menentang. Kebijakan israel yang mengatakan menyerang Jalur Gaza. Bahkan ada yang memutuskan hubungan diplomatik, seperti Venezuela dan Kolombia, dan sebelum meluas ke mana-mana, mereka memutuskan gencatan senjata," tuturnya.
Sekjen PKB, Yenny Wahid, mengatakan saat ini yang harus didorong adalah perundingan dialogis antarkedua kubu, sehingga perang yang memakan banyak korban segera berakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang