Stop Perusahaan yang Mengabaikan Lingkungan

Kompas.com - 18/01/2009, 19:39 WIB

SAMARINDA, MINGGU - Pemerintah akan menghentikan sementara produksi perusahaan pertambangan batu bara yang mengabaikan lingkungan. Penghentian dilakukan untuk meminimalisasi kehancuran lingkungan dan memperbaiki kinerja perusahaan.

Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Mangantar S Marpaung mengemukakan itu di Samarinda.

Menurut Marpaung, Departemen ESDM pernah menerbitkan surat penghentian sementara produksi bagi perusahaan yang nakal. Surat ditujukan kepada PT Nusantara Thermal Coal di Jambi akhir Oktober 2008 dan PT Lana Harit a Indonesia di Kalimantan Timur akhir November 2008.

"Hancur-hancuran banget ini tambang," kata Marpaung. Penghentian diberlakukan sampai perusahaan menutup semua lubang bekas penggalian atau pit yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan warga sekitar .

Marpaung mengatakan, LHI harus menutup beberapa lubang yang potensi menimbulkan bencana amat tinggi. Setelah itu selesai, LHI boleh beroperasi sambil menutup lubang-lubang lainnya secepatnya. "Kami juga mempertimbangkan keekonomian daerah dan pekerj a misalnya sampai batas tertentu mereka tetap harus dibayar," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau