Kesehatan anak

Bayi Prematur Lebih Berisiko Soal Kesehatan

Kompas.com - 19/01/2009, 00:33 WIB

Jakarta, Kompas - Bayi yang lahir prematur berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan. Namun, terapi dengan pemberian suatu protein untuk menstimulasi pertumbuhan sel darah putih dan meningkatkan sistem kekebalan pada bayi prematur sejak dini ternyata kurang memberi manfaat.

Hasil riset terhadap 280 bayi yang lahir pada usia kehamilan 31 minggu atau kurang lahir prematur di Inggris sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal The Lancet baru-baru ini menunjukkan, terapi itu tidak mencegah keracunan darah, penyebab utama kematian bayi baru lahir.

Bayi dengan berat badan lebih rendah dari bayi normal memiliki jumlah sel darah putih rendah atau neutropenia, hal ini meningkatkan risiko infeksi. Untuk itu, dokter spesialis neonatal meningkatkan penggunaan protein yang dikenal dengan granulocyte-macrophage colony stimulating factor (GM-CSF) untuk meningkatkan jumlah sel darah putih dan mencegah infeksi.

Sementara itu, di Indonesia, menurut dokter spesialis anak dari Divisi Hematologi-Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Pustika Amalia, Minggu (18/1), bayi prematur tidak diberi protein GM- CSF. ”Untuk meningkatkan sel darah putih, bayi prematur diberi imunoglobuline, tetapi angka keberhasilannya kecil sehingga lebih baik diobati infeksinya,” ujarnya.

Protein GM-CSF hanya diberikan kepada anak-anak yang terkena kanker untuk mengatasi efek samping kemoterapi. Itu pun tak dipakai untuk penderita leukemia. Kemoterapi yang bertujuan mematikan sel-sel kanker ternyata juga membunuh sel-sel normal, termasuk sel darah putih. (BBC/EVY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau