Laporan Wartawan Laksono Hari Wiwoho
JAKARTA, SENIN — Sampai sekitar pukul 04.00, api yang berkobar di Depo Pertamina Plumpang, masih terus berkobar dan tidak akan bisa dipadamkan dalam waktu cepat. Hal ini disebabkan keterbatasan volume premium yang terbakar terlalu besar. Demikian disampaikan
Kasi Ops Pemadam Kebakaran Jakarta Utara Aditia Jaya, Senin (19/1) dinihari.
Menurutnya, untuk memadamkan premium diperlukan komposisi 10 banding 1 (10 liter premium banding 1 liter air sebagai bahan baku penghasil busa pemadam) sehingga untuk memadamkan 5 juta liter volume tangki dibutuhkan 500.000 liter air sebagai bahan baku busa pemadam. "Kita tidak bisa memberikan busa karena air yang digunakan harus air bersih (PDAM), kalau ini kan pakai air kali, jadi sudah kotor," ujarnya.
Selain itu, busa juga harus ditembakkan ke titik api dengan jarak paling tidak 25 meter, sementara kebakaran hanya bisa dijangkau sekitar 100 meter karena panasnya hawa yang dihasilkan api. "Karena itu pemadaman dengan busa hanya bisa dilakukan melalui udara (helikopter)," ujarnya.
Aditia juga tidak bisa memperkirakan kapan api ini bisa berhenti jika didiamkan terus-menerus. Saat ini petugas masih menyemprotkan air ke rumah penduduk dan tangki-tangki di sekitar depo yang terbakar sebagai upaya pendinginan untuk mencegah menjalarnya kebakaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang