Banjir, Warga Kelapa Gading Bertahan di Rumah

Kompas.com - 19/01/2009, 08:30 WIB

JAKARTA, SENIN — Kawasan permukiman elite Kelapa Gading di utara Jakarta merupakan salah satu lokasi di Ibu Kota yang menjadi langganan banjir. Termasuk hari ini, banyak titik di daerah ini terendam banjir mulai dari semata kaki hingga sebetis orang dewasa, sejak dinihari tadi.

Kondisi ini memaksa warga setempat untuk bertahan di rumah, dan urung melakukan aktivitas rutinnya. Salah satunya adalah, Ani Marlina (32). Ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman itu terpaksa mangkir akibat kepungan banjir. "Banjir, mobil enggak bisa keluar," katanya, Senin (19/1).

"Untung rumah saya sudah ditinggikan, jadi air belum sempat masuk, tapi di jalan air sudah merendam hingga sebetis mungkin ya," kata warga yang bermukim di Jalan Angklung, Pegangsaan, itu.

Hal serupa diungkapkan Lina Saniman (34). Warga Jalan Janur Hijau itu pun memilih untuk tidak keluar rumah karena banjir mengepung kediamannya. "Saya tidur pukul 2 pagi, nonton tv soal kebakaran di Plumpang, waktu itu hujan deras udah turun sejak sekitar jam 12 malam. Tak lama setelah itu, pihak RT di daerah rumah saya ini menelepon untuk memindahkan mobil, karena air sudah naik katanya," tutur Lina.

Semula Lina mengaku tak percaya bahwa hujan dalam waktu kurang dari tiga jam sanggup merendam jalan. "Tapi pas saya keluar rumah, ternyata benar, air sudah mulai naik. Mobil saya pindahin ke sport club di daerah Boulevard. Setelah itu bener lo, air naik terus, " katanya.

Menurut Lina, warga Janur Hijau memang biasa memindahkan kendaraan mereka ke sport club yang letaknya lebih tinggi. "Tapi banjir ini mah belum ada apa-apanya dibanding yang tahun 2002. Dulu saya tinggal di kawasan Kelapa Hibrida, itu baru dalem," katanya lagi.

Kawasan Kelapa Hibrida memang terendam banjir. Menurut Indra Jaya, warga setempat, air sudah mulai naik sejak pukul 04.00 pagi, tetapi banjir ini belum parah dan masih setinggi mata kaki. "Kalau di depan di Jalan Gading Ayu sudah lebih tinggi, kira-kira separuh ban mobil lah. Mobil masih bisa lewat kalau berani," kata Indra yang juga memilih bertahan di rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau